URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Anak Yatim Piatu Terdampak Covid, Taj Yasin: Ayo Kita Selamatkan

Ribuan Anak Yatim Piatu Terdampak Covid, Taj Yasin: Ayo Kita Selamatkan

Ribuan Anak Yatim Piatu Terdampak Covid, Taj Yasin: Ayo Kita Selamatkan

featured-img
PIMPIN: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat memimpin upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia di Halaman Kantor Gubernur (Foto:/IST)

RASIKAFM – Sekitar 5.400 anak di Jawa Tengah kehilangan orang tuanya akibat pandemi Covid-19, mereka membutuhkan uluran tangan masyarakat agar bisa melanjutkan hidup dan menjadi harapan masa depan bangsa.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menjadi pembina upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia di Halaman Kantor Gubernur, Selasa (17/8/2021).

Dengan demikian, ia mengajak masyarakat yang mampu, untuk menjadi pahlawan ataupun orang tua asuh bagi anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya karena Covid-19.

“Tidak semuanya harus pemerintah, kalau semua diserahkan pemerintah, dimana jiwa pahlawan kita, jiwa cinta kita kepada negara kita. Maka pemerintah saat ini sudah menganjurkan kepada siapapun, ayo kita adopsi,” seruanya.

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk saling bersatu dan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim sesuai dengan kemampuan.

Dengan begitu, langkah ini menjadi bagian menyelamatkan keberlangsungan bangsa di masa mendatang.

“Kita selamatkan karena bangsa kita itu butuh orang-orang pintar. Kalau mereka tidak mampu untuk sekolah, bagaimana nasib bangsa kita?,” tanyanya.

Pihaknya juga mengingatkan, sebagai satu kesatuan bangsa, jika ada pihak yang sakit, sudah semestinya yang lain ikut merasakan sakit. Sehingga, semangat saling membantu akan selalu ada.

Sementara itu, dirinya mengaku telah mengadopsi empat anak yang ditinggal meninggal dunia oleh orangtuanya akibat Covid-19. Keempat anak itu, kini berdomisili di Rembang asal daerahnya.

“Saya sendiri sudah mengasuh, ada empat anak ada di Rembang, yang aslinya dari Demak. Cuma karena ibunya meninggal, ortunya masih belum mampu. Anak-anaknya masih kecil, ada tingkat SD dua (orang), SMP satu (orang) dan yang satunya sudah kuliah,” ungkapnya.

Terkait partisipasi negara, Dirinya menyebut Pemprov dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah telah bergerak.

Yakni dengan pemberian santunan, program ASN jadi orang tua asuh, bantuan APBD, dan Baznas. Dia menyebut, bantuan yang bisa diberikan utamanya persoalan pendidikan.

“Pandemi belum selesai, kita perlu waspada. Yuk selamatkan anak bangsa kita butuh orang pintar. Kalau mereka tak mampu sekolah bagaimana nasib bangsa kita,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara