KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Romo Mudji Sutrisno Berpulang, Jenazah Diiring Kereta Kencana Menuju Taman Maria Ratu Damai di Girisonta

Romo Mudji Sutrisno Berpulang, Jenazah Diiring Kereta Kencana Menuju Taman Maria Ratu Damai di Girisonta

Romo Mudji Sutrisno Berpulang, Jenazah Diiring Kereta Kencana Menuju Taman Maria Ratu Damai di Girisonta

FX Heru Purwanto, petugas keamanan Girisonta menunjukkan liang lahat untuk pemakaman Romo Mudji di kompleks makam Taman Maria Ratu Damai, lingkungan Gereja Katolik Paroki Santo Stanislaus Girisonta, Jalan Soekarno Hatta, Bergas, Selasa (30/12/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kompleks Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Kabupaten Semarang, mulai bersiap menyambut pemakaman Romo Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ. Liang lahat di kompleks makam para imam Serikat Yesus (SJ) telah dipersiapkan sejak Senin (29/12/2025).

Liang sedalam sekitar dua meter itu berada di area pemakaman Gereja Katolik Paroki Santo Stanislaus Girisonta, Jalan Soekarno Hatta, Bergas. Lokasinya berada di antara deretan makam para romo Jesuit yang telah lebih dahulu berpulang.

Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia pada Minggu (28/12/2025) pukul 20.43 WIB di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta, dalam usia 71 tahun. Rencananya, jenazah akan tiba di Girisonta pada Rabu (31/12/2025) dini hari.

Setelah kedatangan, jenazah akan disemayamkan di Gereja Paroki Girisonta dan dilanjutkan dengan Misa Ekaristi sekitar pukul 10.00 WIB. Prosesi pemakaman akan digelar seusai misa.

Petugas keamanan Girisonta, Fransiskus Xaverius (FX) Heru Purwanto, mengatakan persiapan pemakaman telah dilakukan sejak menerima kabar duka.

“Informasi kami terima tadi malam sekitar pukul sembilan. Hari ini romo minister sudah mengoordinasikan karyawan untuk mulai persiapan pemakaman,” ujar Heru ditemui di lokasi pemakaman, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, Romo Mudji dimakamkan di Girisonta karena merupakan anggota Serikat Yesus. Kompleks tersebut memang menjadi tempat peristirahatan terakhir para imam Jesuit. Liang lahat yang disiapkan memiliki pengaturan khusus.

“Liang ini disiapkan untuk dua romo. Romo Mudji berada di bagian bawah, dan nanti setelah 100 hari akan diisi romo berikutnya di atasnya,” jelasnya.

Pihak gereja dan panitia memperkirakan jumlah pelayat akan cukup besar. Sejumlah antisipasi telah disiapkan, mulai dari tenda, kursi, hingga pengaturan parkir.

“Kami siapkan akomodasi dan pengamanan karena kemungkinan tamu yang hadir cukup banyak. Kendaraan bisa sampai ke ruas Jalan Semarang–Solo,” kata Heru.

Prosesi pemakaman nantinya akan dilangsungkan dari gereja menuju kompleks makam dengan iring-iringan kereta kencana yang ditarik secara manual, sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Romo Mudji Sutrisno lahir di Surakarta pada 12 Agustus 1954. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai rohaniwan Katolik, intelektual, budayawan, filsuf, dan seniman. Ia mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Universitas Indonesia, serta Institut Seni Indonesia Surakarta.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas Katolik, akademisi, seniman, serta lintas iman. Pemakaman di Girisonta menjadi penutup perjalanan panjang pengabdian Romo Mudji bagi iman, budaya, dan kemanusiaan. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]