KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Siap Amankan Pemungutan Suara, Tejo Wijayanto Bawa Rantang dan Roti dari Anak

Siap Amankan Pemungutan Suara, Tejo Wijayanto Bawa Rantang dan Roti dari Anak

Siap Amankan Pemungutan Suara, Tejo Wijayanto Bawa Rantang dan Roti dari Anak

Sehari sebelum pemungutan suara, Polres Salatiga melakukan pengecekan persiapan personil yang akan mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Selasa (13/2/2024). Di lapangan Mapolres Salatiga, ratusan anggota yang bertugas diperiksa peralatan yang akan mereka bawa, termasuk rantang makanan, kemoceng, dan gayung.
Foto Arief Rasika
(Pj) Walikota Salatiga Yasip Khasani dan Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, saat melihat isi tas ransel Bripka Tejo Wijayanto, anggota Provos Polres Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adalah Bripka Tejo Wijayanto, anggota Provos Polres Salatiga ini cukup menarik perhatian Penjabat (Pj) Walikota Salatiga Yasip Khasani, yang didampingi Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, serta Dandenpom IV/3 Salatiga Letkol CPM Widodo, saat Apel Gelar Pergeseran Pasukan dalam rangka Pengamanan Tahap Pemungutan Suara Pemilu 2024 Kota Salatiga, di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Selasa (13/02/2024).

Bagaimana tidak saat dilakukan pengecekan perlengkapan oleh kapolres, Banit Provos Sispropam ini membawa tambahan perlengkapan pribadi tambahan beda dari yang lain.

Oleh anak dan istrinya Tejo diberikan bekal tambahan berupa rantang makanan, roti dan perlengkapan pribadi lainya untuk mandi.

Kepada rasikafm.com, Tejo Wijayanto mengaku sengaja membawa rantang makanan agar tidak kelaparan saat bertugas mengamankan TPS. Selama tiga hari ke depan dirinya akan melakukan pengamanan di TPS yang ada di kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

“rantang dan roti ini buat papa ya, nanti dimaem agar tidak laper, hati hati ya papa,” terang ayah dari Shanum Berliana Jordani dan Arjuna Radjaswara Jordani ini.

Sementara itu, Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari mengatakan, sejumlah peralatan sudah diberikan kepada personil yang bertugas sejak tiga hari yang lalu. Pihaknya memang meminta agar personil yang bertugas membawa peralatan dinas tersebut. Selain itu juga membawa perlengkapan pribadi.

“Selama tiga hari, sejak hari ini sampai setelah pemungutan suara itu memang mereka (personil) siap untuk tidak pulang ke rumah. Sudah siap tempur lah istilahnya begitu,” terang Kapolres.

Seperti diketahui 300 anggota ikuti apel pergeseran pasukan, yang terdiri dari Satu Peleton Pasukan Denpom IV/3 Salatiga, Satu Pleton Pasukan Kodim 0713 Salatiga, Ratusan Personil Polres Salatiga yang terlibat pengamanan TPS, Satu Peleton Dishub Kota Salatiga dan Satu Peleton dari Linmas Kota Salatiga. Yang dikumpulkan dilapangan Bhayangkara Polres Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, saat diwawancarai Rasika FM

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]