URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi mengecek progress bangunan di kawasan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS), Selasa (13/12/2022). Hasilnya, didapati adanya kualitas bangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sidak Proyek TWSS, Pj Wali Kota Salatiga Mengaku Kecewa, Ada Apa?

Sidak Proyek TWSS, Pj Wali Kota Salatiga Mengaku Kecewa, Ada Apa?

Sidak Proyek TWSS, Pj Wali Kota Salatiga Mengaku Kecewa, Ada Apa?

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi mengecek progress bangunan di kawasan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS), Selasa (13/12/2022). Hasilnya, didapati adanya kualitas bangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Mendapati temuan itu, dia langsung menginstruksikan konsultan pengawas dan pelaksana segera memperbaiki pekerjaannya sebelum TWSS diresmikan. “Saya bersama Kepala Dinas Budpar, Inspektur, konsultan pengawas, pelaksana untuk melihat sementara tahap akhir yang awal dari penyelesaian Taman Wisata Sejarah Salatiga. Masih ada beberapa catatan-catatan. Saya berikan koreksi soal kualitas dan hasil pekerjaan,” kata Sinoeng N Rachmadi. Dia juga memberikan pengarahan kepada pengawas dan pelaksana proyek senilai Rp4,8 miliar itu.

Seperti yang dilansir dari rilis Bagian Prokompim Pemkot Salatiga dituliskan di sela-sela kegiatannya yang padat, Penjabat (Pj) Walikota Salatiga Sinoeng N Rachmadi menyempatkan diri untuk mengecek progress penyelesaian bangunan yang ada di kawasan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) Kota Salatiga.

Meskipun ia sempat kecewa, namun dirinya menginstruksikan konsultan pengawas dan pelaksana agar memperbaiki pekerjaannya sebelum peresmian TWSS Kota Salatiga.

Bahkan usai Turun dari mobil, Sinoeng tampak bergegas untuk mengecek bangunan yang sudah berdiri di kawasan TWSS tersebut. Satu persatu bagian dari bangunan diamati secara detail oleh Sinoeng. Dalam pengamatannya Pj Walikota Salatiga ini menemukan kekurangan dan tidak sesuai dalam pembangunan fisik bangunan

“Masih ada beberapa catatan-catatan. Saya berikan koreksi soal kualitas dan hasil pekerjaan. Kemudian soal utilitas (ruangan, bangunan sudah selesai dibangun, terus buat apa),” lanjutnya.

“Sehingga kalau nanti belum dimanfaatkan secara maksimal akan muspro (sia-sia). Dan hal ini yang tidak saya kehendaki,” tambanya.

Di sela-sela pengecekan seluruh bangunan tadi, dirinya bertemu dengan pengawas dan pelaksana dari pembangunan TWSS tersebut dan melakukan beberapa arahan.

“Tadi sudah saya panggil konsultan pengawas dan pelaksana juga supaya detail. Dalam sisa waktu menjelang peresmian nanti mohon diperbaiki termasuk pintu yang tidak bisa dibuka, kemudian kerapian terhadap lis tembok, di bagian langit-langit serta cat bangunan yang ada,” ujarnya.

“Catatan itu, siang ini juga mau dirapatkan dan nanti pada saat peresmian dan penyerahan pekerjaan, saya lakukan pemeriksaan dulu dan melakukan ceking dulu baru diresmikan,” tegasnya.

 

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum