URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Siswi SD hampir menjadi korban penculikan di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Kejadian dilakukan oleh dua orang pria saat siswi pulang sekolah. Tim Unit Reskrim Polsek Mranggen sedang melakukan penyelidikan. Kapolsek Mranggen menghimbau masyarakat untuk waspada dan melaporkan kejadian mencurigakan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Siswi SD di Demak Saat Pulang Sekolah Hampir Jadi Korban Penculikan

Siswi SD di Demak Saat Pulang Sekolah Hampir Jadi Korban Penculikan

Siswi SD di Demak Saat Pulang Sekolah Hampir Jadi Korban Penculikan

featured-img

RASIKAFM.COM | DEMAK – Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak nyaris jadi korban penculikan. Kejadian yang menimpa AEW (9) ini terjadi ketika dirinya sedang pulang sekolah pada Selasa (31/1/2023) siang.

Menurut AEW, kejadian ini dilakukan oleh dua orang pria yang menaiki mobil. Pada saat itu dirinya dipanggil untuk masuk dengan diiming-imingi akan diberikan handphone.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Pas pulang, saya nunggu teman di jalan samping sekolah tiba-tiba ada bapak-bapak di dalam mobil, memanggil saya, bilang ‘dek sini, mau minta hp (handphone) gak? Ini ada hp banyak, ambil sendiri di mobil’, tapi saya gak mau terus lari,” kata AEW saat ditemui di kediamannya Kecamatan Mranggen Kabupaten, Rabu (1/2/2023).

Sementara itu, Ibu AEW, Jamilah, menengaku mengetahui kejadian ini setelah diceritakan oleh putrinya. Karena kejadian ini dirinya memilih tidak berangkat bekerja karena menemani putrinya yang takut dan trauma.

“Saya jelas takut dan was-was setelah mendengar kejadian yang dialami anak saya. Untuk sementara, saya di rumah saja menemani sampai anak saya sudah tenang dan mau sekolah lagi,” terangnya.

Disisi lain, Kapolsek Mranggen, Akp Nasoir, menerangkan setelah menerima informasi tersebut, Tim Unit Reskrim Polsek Mranggen langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Akan tetapi, dirinya mengaku belum bisa memastikan apakah kejadian ini adalah upaya penculikan anak.

“Kami belum bisa menyimpulkan itu penculikan atau bukan. Tapi, dari keterangan anak itu, kejadian tersebut memang dialaminya saat jam pulang sekolah,” bebernya.

Atas kejadian Nasoir juga dihimbau untuk tidak tetap waspada terhadap orang orang yang mencurigakan. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melapor ke kepolisian ketika menemukan kejadian yang meresahkan.

“Jangan takut berlebihan. Kalau ada orang mencurigakan, segera lapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek Mranggen. Dan yang lebih penting, jangan menyebar informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Selanjutnya, kami akan perintahkan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan sambang wilayah, khususnya pengamanan pada jam jam pulang sekolah,” imbuhnya.

 

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved