URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penghuni rumah kos di Desa Randugunting, Bergas, Kabupaten Semarang dihebohkan dengan penemuan mayat di salah satu kamar pada Kamis (28/3/2024) sore. Korban, yang bernama Koko (28) dan berasal dari Banyumas, diketahui bekerja sebagai karyawan pabrik garmen di Kabupaten Semarang

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Ada Reaksi Saat Dibangunkan Sahur, Penghuni Kos di Bergas Ini Sudah Meregang Nyawa

Tak Ada Reaksi Saat Dibangunkan Sahur, Penghuni Kos di Bergas Ini Sudah Meregang Nyawa

Tak Ada Reaksi Saat Dibangunkan Sahur, Penghuni Kos di Bergas Ini Sudah Meregang Nyawa

Ilustrasi
Penghuni di salah satu rumah kos di Desa Randugunting, Bergas ditemukan meninggal dunia, Kamis (28/3/2024) sore. Foto: Humas Polres Semarang
Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penghuni rumah kos di Desa Randugunting, Bergas, Kabupaten Semarang digegerkan dengan penemuan mayat di salah satu kamar, Kamis (28/3/2024) sore.

Korban diketahui bernama Koko (28) warga Banyumas, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan salah satu pabrik garmen di Kabupaten Semarang.

Menurut penuturan salah seorang penghuni kos Yulia, korban sudah dua hari tidak masuk kerja. Ia terakhir kali melihat korban pada Rabu (27/3/2024) sekira pukul 23.00 tengah bermain game melalui ponselnya di depan pintu kamarnya.

“Sekitar jam 03.30 WIB saya sempat mengetuk pintu kamar untuk membangunkan sahur tapi tidak ada jawaban,” ungkapnya saat dimintai keterangan.

Mengetahui tak ada reaksi, ia meninggalkan lokasi tanpa menaruh curiga. Kecurigaan mulai timbul saat menjelang waktu berbuka puasa, sebab korban tidak juga keluar kamar.

“Saya lalu lapor ke bapak kos karena takut terjadi sesuatu,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, pemilik kos bersama penghuni kos yang lain melakukan pengecekan dengan memanjat jendela dan melihat ke dalam kamar korban dari lubang ventilasi. Korban terlihat dalam posisi tertelungkup di atas kasur. Pintu kamar kemudian didobrak dan diketahui korban sudah meninggal dunia.

Pemilik kos segera melaporkan peristiwa ini kepada petugas Polsek Bergas. Setelah mendapatkan informasi, petugas bersama Unit Inafis Polres Semarang mendatangi lokasi kejadian.

Kapolsek Bergas AKP Wahyono menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Inafis dan petugas medis dari Puskesmas Bergas didapatkan kesimpulan awal korban meninggal 10 jam yang lalu dengan dugaan penyebabnya adalah sakit.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan benda tumpul, benda tajam atau cekikan pada tubuh korban,” jelas Wahyono.

Saat ini jenazah sudah disemayamkan di rumah sakit Ken Saras Bergas sambil menunggu pihak keluarga korban.

“Setelah keluarga nanti hadir, akan kami mintai keterangan perihal kondisi kesehatan korban selama ini,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga