URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Ngaliyan tepatnya di tanjakan Silayur depan Villa Esperanza kota Semarang pada Rabu (9/3/2022)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Kuat Menanjak di Tanjakan Silayur, Truk Kintainer Terguling Hingga Menutupi Jalan

Tak Kuat Menanjak di Tanjakan Silayur, Truk Kintainer Terguling Hingga Menutupi Jalan

Tak Kuat Menanjak di Tanjakan Silayur, Truk Kintainer Terguling Hingga Menutupi Jalan

featured-img

SEMARANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Ngaliyan tepatnya di tanjakan Silayur depan Villa Esperanza kota Semarang pada Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 04.30 WIB.

Satu unit truk kontainer bernopol B-9102-HB bermuatan garmen tak kuat menanjak hingga terguling menutup jalur arah turun. Akibatnya, kondisi lalu lintas saat jam berangkat kerja macet sampai depan Lapas Kedungpane.

Kanitlantas Polsek Ngaliyan, AKP Wahono menduga bahwa kecelakaan tersebut terjadi lantaran truk mengalami rem blong lalu hilang kendali sampai memblokade jalan.

“Jadi kendaraan trailer ini dari arah Jrakah mau ke arah BSB, kemudian sesampainya di tanjakan Silayur itu menurut informasi dari driver sudah masuk gigi satu dan di lajur kiri. Setelah tepat di depan Villa Esperanza itu gak bisa melaju lagi sehingga turun ke bawah glondor kemudian memblokade seperti ini,” ucapnya di lokasi kejadian.

Untungnya dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kemacetan tidak bisa terhindarkan terutama yang arah turun (Mijen ke Jrakah).

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, cuma tadi sopir saat kejadian itu terlempar di rumput-rumput itu karena dari atas setelah turun kayak dibabetke itu bahasa Jawanya. Kejadian sekitar jam setengah lima pagi,” terangnya.

Untuk mengurai kemacetan, Petugas gabungan dari Ditsabhara Polda Jateng, Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan memberlakukan contra flow.

“Rekayasa yang sudah dilakukan yaitu melaksanakan giat rekayasa mulai Lapas Kedungpane sampai ke Silayur kita Contra flow, sampai di Vila Esperanza masuk kembali ke jalur semula,” terangnya.

“Kemudian dari penyidik laka Bu Novita sudah berkoordinasi dengan derek mudah-mudahan secepat mungkin datang,” tambahnya.
Sopir Kontainer, Heri warga Semarang mengatakan, bahwa trailer yang dikemudikannya sudah sempat naik hingga dekat makam Silayur. Namun secara tiba-tiba truk berhenti dan langsung mundur dan terguling melintang di jalan.

“Tadi saat naik sudah masuk gigi satu tidak kuat naik malah guling. Ini muat garmen dari Pelabuhan Tanjung Emas mau dibawa ke pabrik garmen belakang kantor polisi di BSB,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
PDAM Kota Salatiga mengimbau pelanggan meningkatkan pengamanan meteran air menyusul maraknya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, meminta masyarakat melindungi meteran di rumah, memasang pengaman tambahan pada lokasi rentan, serta segera melapor kepada PDAM atau aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan untuk mencegah gangguan distribusi air bersih dan biaya penggantian meter.
Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut