URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, briniisiatif meningkatkan ketinggian Jembatan Nogososro di Kawasan Tlogosari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, untuk mengatasi masalah banjir di Kaligawe. Aliran sungai di bawah jembatan mengalami hambatan karena tinggi yang kurang, disertai dengan tumpukan sampah dan pertumbuhan tanaman liar di sekitar sungai.
Wali Kota Semaran, Hevearita Gunaryanti Rahayu briniisiatif meningkatkan ketinggian Jembatan Nogososro di Kawasan Tlogosari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan untuk mengatasi masalah banjir di Kaligawe. Aliran sungai di bawah jembatan mengalami hambatan, karena tinggi yang kurang disertai dengan tumpukan sampah dan pertumbuhan tanaman liar di sekitar sungai.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tangani Banjir Kaligawe, Walikota Semarang Gagas Jembatan Nogososro Ditinggikan

Tangani Banjir Kaligawe, Walikota Semarang Gagas Jembatan Nogososro Ditinggikan

Tangani Banjir Kaligawe, Walikota Semarang Gagas Jembatan Nogososro Ditinggikan

Foto: Dok./IST
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memimpin pengerukan sampah yang menghambat aliran sungai di Kawasan Tlogosari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Selasa (28/11/2023).
featured-img

Semarang – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk meninggikan Jembatan Nogososro di Kawasan Tlogosari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah banjir di Kaligawe.

Menurut Walikota, aliran sungai di bawah jembatan terhalang karena ketinggian yang kurang, disertai dengan tumpukan sampah dan tanaman liar di sekitar sungai. Dampaknya, aliran air menuju Kali Tenggang terhambat, yang menjadi salah satu penyebab perlambatan air banjir.

“Upaya pertama, saya minta teman-teman PU untuk membongkar jembatan ini menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), karena jembatan ini menjadi bottleneck di Nogososro,” ujarnya saat meninjau lokasi penanganan banjir.

Selanjutnya, Walikota meminta kepada Camat dan Lurah untuk memeriksa penyambungan jalan masuk yang menutupi sungai, serta menginstruksikan penanganan segera terhadap penyebab banjir.

Di sisi lain, ia mendesak BBWS Pemali-Juana untuk memperbaiki pompa di rumah pompa Kali Sringin dan Kali Tenggang yang rusak. Wali Kota menyatakan bahwa rusaknya pompa tersebut menghambat pengendalian banjir di wilayah Genuk dan Kaligawe.

Dalam upayanya mengatasi banjir, Walikota Semarang berharap adanya komitmen antarstakeholder dan mendorong masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah. Ia mengungkapkan bahwa meskipun telah dilakukan upaya pembersihan sedimen dan sampah, hujan deras yang terjadi semalam membuat situasi semakin kompleks.

“Kami harapkan penanganan bersama agar banjir dapat diminimalisir,” tambahnya.

BACA JUGA :

Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara