URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang nelayan bernama Karjono (70), warga Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, berhasil diselamatkan setelah terjebak selama 11 jam di antara eceng gondok di Danau Rawa Pening. Peristiwa ini terjadi saat ia hendak mencari eceng gondok menggunakan perahu pada Senin (17/3/2025) namun tidak kembali hingga malam hari. Tim BPBD Kabupaten Semarang menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB dan segera melakukan pencarian dari dermaga perahu Desa Bejalen, tetapi upaya tersebut terhambat oleh kepadatan eceng gondok dan angin kencang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terjebak Eceng Gondok Selama 11 Jam, Nelayan Rawa Pening Berhasil Dievakuasi

Terjebak Eceng Gondok Selama 11 Jam, Nelayan Rawa Pening Berhasil Dievakuasi

Terjebak Eceng Gondok Selama 11 Jam, Nelayan Rawa Pening Berhasil Dievakuasi

Petugas gabungan mengevakuasi nelayan yang terjebak eceng gondok di perairan Danau Rawa Pening, Selasa (18/3/2025). Foto: Dok. SAR Buser
Petugas gabungan mengevakuasi nelayan yang terjebak eceng gondok di perairan Danau Rawa Pening, Selasa (18/3/2025). Foto: Dok. SAR Buser
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Karjono (70) seorang nelayan perairan Danau Rawa Pening, warga Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang berhasil diselamatkan setelah terjebak kerumunan eceng gondok selama 11 jam.

Kronologi peristiwa ini bermula saat survivor hendak mencari eceng gondok di Danau Rawa Pening menggunakan perahu pada Senin (17/3/2025). Namun hingga malam hari, survivor tak kunjung pulang ke rumah.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB. Tim segera bergerak menuju dermaga perahu Desa Bejalen dan melakukan asesmen di lapangan menggunakan tiga perahu untuk mencari survivor,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, saat dikonfirmasi di Ungaran, Selasa (18/3/2025).

Namun, karena kendala eceng gondok yang sangat lebat serta angin yang cukup kencang, pencarian yang dilakukan hingga pukul 24.00 WIB belum membuahkan hasil. Tim gabungan kemudian kembali ke Posko SAR Bejalen dan melakukan evaluasi.

“Upaya pencarian kami lanjutkan pada hari ini,” kata dia.

Pada hari Selasa (18/3/2025) sekira pukul 04.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, relawan SAR Bumi Serasi, dibantu petugas kepolisian dan warga kembali melakukan briefing dan melanjutkan pencarian.

“Kami terjunkan 1 unit perahu dolphin, 1 unit perahu Sinar Rawa Pening, serta 3 unit perahu stoom milik nelayan menuju titik yang diduga menjadi lokasi korban terjebak,” lanjutnya.

Pada pukul 07.00 WIB, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan survivor yang berada di sebuah karamba nelayan yang tertutup rapat oleh eceng gondok. Survivor yang sedang berusaha meminta bantuan segera dievakuasi dan berhasil dibawa ke perahu pada pukul 07.30 WIB dalam keadaan selamat.

“Survivor kemudian dibawa kembali ke Pos Operasi SAR Bejalen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam DEMFASNA menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat Silaturahmi Nasional di UIN Salatiga, Kamis (18/6/2026). Mereka meminta pemerintah mengevaluasi program prioritas agar tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program
Pemerintah Kabupaten Semarang akan menata kawasan Gembol di Bawen dan Tegal Panas di Bergas melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Penataan dilakukan untuk mengubah kawasan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan masjid di Gembol serta penyusunan konsep pemanfaatan lahan Tegal Panas dengan memperhatikan mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak.
Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Komisi B DPRD Kabupaten Semarang mempertanyakan keabsahan izin penjualan minuman beralkohol yang dimiliki Over O Bar and Kitchen di Ungaran setelah hasil konfirmasi ke DPMPTSP dan Dinas Perdagangan menyatakan tidak pernah menerbitkan izin tersebut. Dewan meminta penjualan minuman beralkohol dihentikan sementara hingga status perizinan dan kepatuhan terhadap ketentuan jarak lokasi usaha serta kewajiban pajak dapat dipastikan sesuai aturan yang berlaku.
DPRD Kabupaten Semarang Soroti Izin Miras Over O, Penjualan Alkohol Diminta Dihentikan Sementara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan 3.167 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 di Auditorium Kampus 3, Sabtu (20/6/2026). Pengukuhan dilakukan setelah para peserta lulus...
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo,...
20 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 11.00–14
20 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 11.00–14.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 11.00–14.00 WIB dengan tinggi muka air...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Kota Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi pada sore hingga awal malam, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan wilayah sekitarnya.
20 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Sore Hari di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Kota Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026, didominasi...
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga menggelar bimbingan teknis manajemen kebakaran gedung dan evakuasi korban di bangunan bertingkat selama empat hari di PT SCI dan Pasar Raya 2 Salatiga. Kegiatan ini...
Muat Lebih

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah