KABAR RASIKA

Terminal Tingkir Salatiga Sediakan Tempat Salat Idulfitri bagi Pemudik Lebaran

Terminal Tingkir Salatiga Sediakan Tempat Salat Idulfitri bagi Pemudik Lebaran

Terminal Tingkir Salatiga Sediakan Tempat Salat Idulfitri bagi Pemudik Lebaran

Foto dok IST
Suasana terminal Tingkir Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka memfasilitasi para pemudik yang sampai di Terminal Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) saat perayaan hari raya Idulfitri, pihak terminal Tingkir menyediakan tempat untuk melaksanakan salat Idulfitri di halaman terminal.

Pelaksanaan salat di terminal itu merupakan yang pertama setelah beberapa tahun lalu vakum karena adanya pandemi Covid-19. Pelaksanaan itu juga sebagai bentuk kepedulian pihak terminal untuk pemudik agar tetap bisa menunaikan ibadah salat Idulfitri meski dalam perjalanan pulang kampung.
Kepada wartawan, Kepala Terminal Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar menjelaskan Pelaksanaan salat Idulfitri itu diinisiasi oleh takmir masjid terminal. Diakuinya, antusias masyarakat sekitar dan pemudik untuk pelaksanaan salat Idulfitri cukup tinggi.

“Memang ini merupakan hal yang baru, karena antusias masyarakat sekitar juga tinggi sekali untuk mengikuti salat Idulfitri. Kebetulan lokasi Terminal Tingkir juga sangat strategis. Apabila pemudik belum sampai ke rumah bisa langsung salat di terminal,” kata Vicky, seperti dikutip solopos.com.

Dia menyampaikan untuk kapasitas lahan parkir yang akan digunakan untuk salat Idulfitri di terminal bisa menampung setidaknya 300 orang. Namun melihat situasi, jika jemaah membludak bisa ditambah lagi hingga mencapai 500 orang.

“Kita gunakan kantong parkir, jika banyak jemaah bisa ditambah lagi ke sisi kanan kiri terminal,” terang Vicky.

Diharapkan para pemudik bisa memanfaatkan salat Idulfitri yang diselenggarakan pihak Terminal Tingkir. Kegiatan ini juga untuk menyemarakkan kembali Terminal Tingkir, yang saat ini tidak hanya menjadi tempat transportasi, tetapi bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px