KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tulisan Galau Pemudik Bermotor saat Melintas di Salatiga Bikin Ketawa Sekaligus Trenyuh Bagi yang Membaca

Tulisan Galau Pemudik Bermotor saat Melintas di Salatiga Bikin Ketawa Sekaligus Trenyuh Bagi yang Membaca

Tulisan Galau Pemudik Bermotor saat Melintas di Salatiga Bikin Ketawa Sekaligus Trenyuh Bagi yang Membaca

Para perantau memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri sebagai kesempatan untuk pulang kampung, dengan segala persiapannya agar terlihat sukses di tanah rantau. Kehadiran di kampung halaman tak hanya berkaitan dengan aspek karir, ekonomi, atau asmara, tetapi juga menjadi titik balik dalam kehidupan. Meskipun kondisi tidak selalu menguntungkan, para perantau tetap memutuskan untuk pulang kampung tanpa memedulikan situasi. Terlihat lucu, para pemudik yang menggunakan sepeda motor menuliskan kondisi hati mereka pada selembar kertas yang dipasang di bagian belakang motor sebagai ekspresi perasaan mereka dalam perjalanan panjang pulang kampung.
Foto: dok Ade
seorang pemudik saat melintas di JLS Salatiga dengan tulisan yang menyentuh

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hari Raya Idul Fitri selalu dijadikan momentum para perantau untuk pulang kampung. Mereka mempersiapkan segala sesuatu agar tampak ‘berhasil’ di tanah rantau.

Tak hanya soal karir, ekonomi, atau kisah cinta. Hal ini karena tanah rantau seolah menjadi jawaban atas segala pertanyaan di kehidupan. Namun, karena keadaan tak selalu berpihak, para perantau tetap nekat pulang apapun kondisinya.

Lucunya, para pemudik yang menaiki sepeda motor, menuliskan kondisi yang dialaminya di secarik kertas dan dipasang di bagian belakang motor. Tulisan-tulisan tersebut seolah menjadi gambaran suasana hati pemudik yang rela melewati ratusan kilometer untuk tetap menjalin silaturahmi di kampung halaman.

Seperti yang dilakukan Budi Ariawan (26). Lelaki asal Madiun Jawa Timur yang bekerja di sebuah pabrik Karawang Jawa Barat. Dia berangkat dari kosnya pada Jumat (5/4/2024) siang. Dengan menaiki sepeda motor matic, di jok belakang ditaruh tas ukuran sedang dan ada tulisan ‘Sugih kere tetep mulih, wong tuo butuhe sungkem dudu mantu (Kaya miskin tetap balik, orangtua butuhnya sungkem bukan menantu)’.

“Iseng aja nulis itu, terus diprint. Buat lucu-lucuan juga meski itu gambaran suasana hati saya,” kata Budi, Minggu (7/4/2024) saat istirahat di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kota Salatiga Jawa Tengah.

Salah seorang pemudik saat beristirahat di SPBU Tengaran

Menurut Budi, dirinya sempat pacaran dengan seorang perempuan selama enam bulan. Rencananya, Lebaran ini mau diajak ke kampungnya di Madiun untuk berkenalan dengan orangtuanya. “Ya saya sudah bilang ibu, mau ngenalin gitu. Tapi rencana tinggal rencana, dia ngajak putus dan memilih lelaki lain,” paparnya.

“Tapi tidak apa-apa, dari pada salah milih pasangan lebih baik mudik sendiri. Tulisan itu juga biar jadi penyemangat saya di jalan, dan orangtua tidak tanya terus soal menikah,” ungkap Budi.

Sementara Prabowo, yang hendak mudik ke Sragen menuliskan, ‘Ojo takok soal bojo. Tak laporke polisi pasal perbuatan tidak menyenangkan (Jangan tanya soal istri. Nanti saya laporkan ke polisi pasal perbuatan tidak menyenangkan.’

Dia menulis hal tersebut agar tidak banyak pertanyaan soal kisah cintanya. “Ya memang kita jomblo, tapi gak usah tanya soal pasangan. Biar hidup begini, yang penting nabung dulu,” ungkapnya sembari tertawa.

Selain di keluarga, pertanyaan soal pendamping hidup banyak mewarnai saat bertemu dengan teman masa kecil. “Ya biasa kalau reuni kan pasti ditanya soal pekerjaan, soal istri atau apapun, tapi ya cuek aja. Anggap aja bercanda antar teman, malah jadi ada bahan lelucon,” kata Prabowo.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]