URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Sosial Kabupaten Semarang mengungkap sejarah berkembangnya kawasan Tegal Panas dan Gembol yang kini dikenal sebagai lokasi karaoke dan praktik prostitusi terselubung. Kepala Dinsos Istichomah menjelaskan, Jumat (26/6/2026), kedua kawasan bermula dari warung bagi pengguna jalan dan sopir truk, lalu berkembang menjadi usaha hiburan tanpa izin. Dinsos berfokus pada pendampingan penyintas HIV/AIDS, pelatihan keterampilan, serta penanganan dampak sosial, sementara penertiban menjadi kewenangan Satpol PP.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial

Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial

Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial

Salah satu kawasan yang ada di Dusun Senden, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas atau yang dikenal Tegal Panas. Foto: IST
Salah satu kawasan yang ada di Dusun Senden, Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas atau yang dikenal Tegal Panas. Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Sosial Kabupaten Semarang mengungkap asal mula berkembangnya kawasan Tegal Panas dan Gembol yang kini dikenal sebagai lokasi usaha karaoke dan praktik prostitusi terselubung. Meski tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban, Dinsos selama ini berfokus pada pendampingan warga binaan serta penanganan dampak sosial yang muncul di kedua kawasan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan kawasan Tegal Panas awalnya berkembang dari aktivitas pangkalan truk dan lokasi penyimpanan barang bukti kecelakaan milik instansi terkait. Kehadiran para sopir truk memicu munculnya warung kopi yang kemudian berkembang menjadi berbagai usaha, termasuk layanan hiburan dan praktik prostitusi.

“Awalnya hanya warung untuk melayani sopir truk yang singgah. Karena usahanya ramai, semakin banyak orang membuka usaha serupa hingga berkembang menjadi layanan lain yang berkonotasi negatif,” jelasnya saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (26/6/26).

Hal serupa terjadi di kawasan Berokan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Gembol. Kawasan itu mulanya hanya berupa warung tempat beristirahat pengguna jalan sebelum berkembang menjadi warung dengan layanan tambahan. Menurut Istichomah, kedua lokasi tersebut beroperasi tanpa izin sehingga pemerintah daerah kini berupaya melakukan penataan agar citra negatif kawasan dapat dihilangkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sana.

“Kami tidak pernah menjalankan program pemberdayaan di lokasi tersebut karena statusnya memang tidak berizin. Namun, kami tetap menangani dampak sosial yang ditimbulkan, terutama terhadap penyintas HIV/AIDS dan anak-anak yang terdampak,” lanjutnya.

Melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Melati, Dinsos melakukan pendampingan mulai dari proses pemeriksaan kesehatan, memastikan kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV), hingga memberikan bantuan sosial berupa sembako dan susu bekerja sama dengan Sentra Antasena Kementerian Sosial.

“Kami tidak masuk ke lokasi untuk menjalankan program karena itu berarti seolah-olah melegalkan. Yang kami tangani adalah dampaknya, agar mereka yang terkena HIV/AIDS tetap mendapatkan pendampingan dan tidak semakin terpuruk,” katanya.

Selain pendampingan kesehatan, Dinsos juga memberikan pelatihan keterampilan kepada warga binaan sebagai upaya mendorong mereka beralih profesi. Pada 2024, pelatihan yang diberikan berupa tata boga, sedangkan pada 2025 beralih ke pelatihan tata rias dan potong rambut sesuai minat peserta. Pelatihan tersebut juga disertai bantuan peralatan kerja agar peserta memiliki bekal untuk membuka usaha secara mandiri di luar kawasan tersebut.

“Tahun ini kami tidak lagi merencanakan pelatihan karena harapannya kawasan itu sudah ditata. Bekal keterampilan yang sudah diberikan diharapkan dapat menjadi modal mereka untuk beralih profesi,” ujarnya.

Istichomah menegaskan kewenangan penertiban maupun pencegahan pendatang baru bukan berada di tangan Dinsos, melainkan menjadi ranah Satpol PP melalui penegakan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Sosial, kawasan Tegal Panas di Dusun Senden, Desa Jatijajar, saat ini dihuni sekitar 143 warga binaan dengan 87 pelaku usaha yang terdiri dari karaoke dan warung makan. Sedangkan di kawasan Gembol terdapat sekitar 40 warga binaan, 28 tempat karaoke, 14 karaoke plus, serta 20 usaha lainnya. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak kepada 121 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu di Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Kamis (25/6/2026). Bantuan hasil kolaborasi Dinas Sosial dengan Sentra Antasena Kementerian Sosial ini diberikan kepada anak-anak penerima kategori desil 1 hingga 5 untuk mendukung kebutuhan sekolah, kesehatan, dan kesejahteraan mereka bertepatan dengan momentum Muharam.
Momentum 10 Muharam, 121 Anak Yatim dan Kurang Mampu di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Kemensos
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 350 lansia mengikuti peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Sosial Kota Salatiga itu menghadirkan layanan kesehatan gratis, bantuan sosial senilai Rp108 juta, serta pameran karya kreatif lansia sebagai bentuk penghormatan terhadap kelompok lanjut usia yang tetap sehat dan produktif.
Terminal Tingkir Salatiga jadi Panggung Bahagia Lansia, Rayakan Umur Panjang dapat Bantuan Rp108 Juta
PT Trans Marga Jateng menyalurkan 200 paket sembako kepada warga Bugel dan Kauman Kidul di Taman Wisata Sejarah Salatiga, Kamis (23/4/2026), sebagai bentuk tanggung jawab sosial proyek akses tol Pattimura. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kesejahteraan warga terdampak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
TMJ Peduli, Salurkan 200 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Akses Tol Pattimura

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi CPNS tahun 2026 dengan mayoritas dialokasikan untuk tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat. Sekda Jateng Sumarno menyampaikan usulan tersebut di Semarang, Kamis (25/6/2026), sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan pemerintah, meski persetujuannya masih menunggu keputusan Kementerian PANRB.
1.000 Formasi CPNS Diusulkan Pemprov Jateng, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi CPNS tahun 2026 dengan mayoritas dialokasikan untuk tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat. Sekda Jateng Sumarno menyampaikan...
Pemerintah Kabupaten Semarang kembali mempertegas larangan penjualan dan pengadaan seragam oleh satuan pendidikan setelah polemik dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran. Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro, Jumat (26/6/2026), meminta seluruh kepala sekolah mematuhi Pasal 181 PP Nomor 17 Tahun 2010, mengembalikan mekanisme pengadaan kepada komite sekolah bersama wali murid, serta memastikan sekolah tidak melakukan pungutan maupun pengadaan seragam.
Sekda Kabupaten Semarang Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam, Pengadaan Dikembalikan ke Komite
Pemerintah Kabupaten Semarang kembali mempertegas larangan penjualan dan pengadaan seragam oleh satuan pendidikan setelah polemik dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran. Sekda Kabupaten Semarang...
Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026. Kepastian itu ditandai peluncuran logo, maskot Saqur, dan tema oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Kamis (25/6/2026), sebagai wujud kesiapan menyelenggarakan festival Al-Qur'an terbesar di Indonesia yang juga diharapkan menggerakkan syiar Islam, pariwisata, UMKM, dan ekonomi daerah.
MTQ Nasional XXXI Resmi Diluncurkan, Jawa Tengah Jadi Panggung Festival Al-Qur'an Terbesar se-Indonesia
Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026. Kepastian itu ditandai peluncuran logo, maskot Saqur, dan...
26 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 06.00–10
26 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 06.00–10.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter, Pesisir Utara Jawa Tengah Waspada Rob
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat (26/6/2026) pukul 06.00–10.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 26 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,2 derajat Celsius dengan kelembapan 92 persen, sementara hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Tengah bagian timur pada siang hingga awal malam.
26 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Sebagian Wilayah Jawa Tengah Timur Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 26 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00...
Muat Lebih

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan