RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memberi perhatian khusus pada kalangan muda dan pemilih pemula. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan konsolidasi kepengurusan baru DPC PPP Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2031 yang baru saja menerima surat keputusan (SK) dari DPP.
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin mengatakan, komposisi pimpinan inti partai tetap dipertahankan. Nurul Huda kembali menjabat sebagai ketua, sedangkan posisi bendahara tetap diemban oleh Fauzum Mahmudah. Menurutnya, rapat perdana pengurus digelar sebagai ajang ta’aruf sekaligus konsolidasi seluruh unsur kepengurusan, mulai dari pengurus harian hingga tiga majelis di tubuh PPP, yakni Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Pakar.
“Selain memperkenalkan kepengurusan baru, rapat juga membahas agenda konsolidasi organisasi sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Cabang (Muscab). Dalam waktu tiga bulan setelah Muscab, PPP akan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, kemudian dilanjutkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa,” katanya di Ungaran, Kamis (16/7/2026).
Zaenudin menegaskan, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. PPP tidak ingin kegagalan lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024 kembali terulang.
“Di daerah-daerah suara PPP sebenarnya masih sangat bagus. Tetapi di tingkat pusat kami masih kurang sekitar 0,2 persen sehingga tidak lolos ke parlemen. Karena itu kami menargetkan PPP kembali lolos pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, PPP akan melakukan penataan organisasi dari tingkat wilayah hingga kecamatan, termasuk melakukan peremajaan kepengurusan dengan melibatkan lebih banyak kader muda.
Menurut Zaenudin, generasi milenial dan pemilih pemula menjadi segmen penting yang akan dibidik pada Pemilu 2029. PPP berencana menggelar berbagai kegiatan pendidikan politik yang melibatkan kader-kader muda agar mampu menarik simpati generasi baru pemilih.
“Ke depan kami akan lebih mengutamakan menggandeng generasi milenial dan menyasar pemilih pemula. Pendidikan politik juga akan lebih banyak melibatkan kader-kader muda,” katanya.
Ia menambahkan, PPP Kabupaten Semarang memiliki sejumlah organisasi sayap yang menjadi wadah pembinaan generasi muda, seperti Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Muslim Indonesia Raya (GMPI), Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), hingga organisasi lokal Labana.
“Potensi kader muda tersebut akan dioptimalkan sebagai kekuatan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang sekaligus memperkuat basis dukungan PPP di Kabupaten Semarang maupun secara nasional,” tandasnya. (win)









