URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Sosial Kabupaten Semarang menyiagakan satu unit mobil tangki air bersih di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, mulai Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan layanan ini diberikan setelah adanya permohonan dari warga RW 3 dan RW 4 Dusun Ngobo, dengan distribusi rutin setiap dua hari sekali sebanyak 10.000 liter air per pengiriman hingga 21 Agustus guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Desa Kemitir Sumowono Dilanda Krisis Air Bersih, Dinsos Kabupaten Semarang Siagakan Mobil Tangki Layani Droping Dua Hari Sekali

Desa Kemitir Sumowono Dilanda Krisis Air Bersih, Dinsos Kabupaten Semarang Siagakan Mobil Tangki Layani Droping Dua Hari Sekali

Desa Kemitir Sumowono Dilanda Krisis Air Bersih, Dinsos Kabupaten Semarang Siagakan Mobil Tangki Layani Droping Dua Hari Sekali

Warga Dusun Ngobo, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono mengantre air bantuan dari Dinsos Kabupaten Semarang menyusul krisis air bersih yang dialami warga setempat, Minggu (2/8/2026). Foto: IST/ Dinsos Kab. Semarang
Warga Dusun Ngobo, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono mengantre air bantuan dari Dinsos Kabupaten Semarang menyusul krisis air bersih yang dialami warga setempat, Minggu (2/8/2026). Foto: IST/ Dinsos Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang menyiagakan satu unit mobil tangki air bersih di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, untuk memenuhi kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan. Layanan tersebut dilakukan secara rutin menyusul permohonan bantuan dari warga di dua RW yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, mengatakan permohonan bantuan diajukan melalui surat resmi dari warga RW 3 dan RW 4 Dusun Ngobo, Desa Kemitir.

“Berdasarkan surat tersebut kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Semarang. Karena Dinas Sosial memiliki mobil tangki hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akhirnya diputuskan mobil tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan air bersih warga secara rutin,” ujarnya dikonfirmasi di kantornya, Rabu (5/8/2026).

Menurut Istichomah, warga membutuhkan distribusi air secara berkelanjutan sehingga meminta agar mobil tangki dapat disiagakan di lokasi. Permintaan tersebut tidak memungkinkan dipenuhi BPBD karena harus melayani wilayah terdampak lainnya.

“Setelah koordinasi dengan BPBD, akhirnya Dinas Sosial mengambil alih pelayanan di Desa Kemitir, sementara BPBD bisa fokus menangani lokasi lain yang juga membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.

Untuk mendukung operasional, Dinsos Kabupaten Semarang mengajukan bantuan kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diterima berupa anggaran operasional sebesar Rp4 juta untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“Kendaraan, sopir, dan tenaga operasional sepenuhnya dari kami gratis,” ungkapnya.

Istichomah menjelaskan, jadwal droping air telah disusun hingga 21 Agustus 2026 dengan total 12 kali distribusi atau setiap dua hari sekali. Setiap kali distribusi, mobil tangki mengangkut sekitar 10.000 liter air bersih yang diambil dari sumber air di Kemawi.

“Satu mobil kami stand-by-kan di sana. Jadi tinggal turun mengambil air ke sumber, kemudian kembali mendistribusikan kepada masyarakat. Cara ini lebih efektif dibanding harus bolak-balik dari Ungaran,” jelasnya.

Ia berharap curah hujan mulai turun setelah Agustus sehingga kebutuhan bantuan air bersih dapat berkurang. Namun apabila musim kemarau masih berlanjut, warga dapat kembali mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Sosial.

“Kalau nanti ternyata masih belum turun hujan dan masyarakat masih membutuhkan air bersih, mereka bisa mengajukan kembali. Kami akan melihat kondisi dan kemampuan yang ada,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Ketua Tim Monitoring sekaligus Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Aris Dedy Arham, meminta pemerintah desa lebih tertib menyusun laporan keuangan BUMDes setiap semester sesuai ketentuan, sekaligus memastikan komitmen desa dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru
Organisasi kemanusiaan Sugihan Peduli menyalurkan 12.000 liter air bersih menggunakan delapan armada tangki kepada warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Selasa (4/8/2026). Bantuan diberikan sebagai respons atas krisis air bersih akibat musim kemarau yang menurunkan debit sumur dan mata air, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga distribusi berlangsung sampai malam hari.
Ringankan Beban Warga saat Kemarau, Sugihan Peduli Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Dusun Jagir
Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/8/2026) sore. Korban diduga tenggelam usai melompat ke sungai saat bermain bersama rekannya, kemudian dievakuasi oleh warga, polisi, PMI, dan relawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Berenang di Sungai Kalimojo Tengaran, Remaja asal Purworejo Tenggelam
Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun ini membuat warga bergantung pada bantuan droping air, sementara pemerintah dusun terus berupaya mencari solusi permanen melalui pengeboran sumur bersama pemerintah dan BNPB.
870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak 2
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga