KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah, Pemkab Semarang Luncurkan Billing Center

Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah, Pemkab Semarang Luncurkan Billing Center

Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah, Pemkab Semarang Luncurkan Billing Center

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjajal mobil operasional pelayanan pajak daerah dari Bank Jateng dalam acara peluncuran Billing Center di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (16/11/2023). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berusaha mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Salah satunya adalah pada sektor transaksi keuangan daerah.

Dengan dilandasi semangat pelayanan maksimal, Pemkab Semarang menggandeng Bank Jateng meluncurkan aplikasi Billing Center yang akan difungsikan untuk mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, aplikasi Billing Center dimaksudkan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi.

“Harapannya semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah dan meningkatkan PAD, sehingga mendorong kemandirian keuangan daerah,” kata Ngesti usai acara peluncuran Billing Center dan penyerahan mobil operasional pelayanan pajak daerah di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Kamis (16/11/2023).

Dijelaskan Ngesti, dengan aplikasi Billing Center ini maka per 1 Januari 2024 seluruh transaksi keuangan daerah sudah memakai sistem non tunai, baik di level Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBDes.

“Semuanya demi mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu juga berharap agar Billing Center ini dapat disosialisasikan secara masif kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Jika ada kendala, segera dikomunikasikan untuk mencari jalan keluar secara bersama,” sambungnya.

Sementara Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang Rudibdo menyampaikan, penggunaan Billing Center ini akan semakin melengkapi kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah.

“Untuk optimalisasinya, kami telah menyiapkan arsitektur Information Technology (IT) dengan pendampingan tim dari Bank Jateng pusat dan daerah,” beber Rudibdo.

Saat ini, kata Rudibdo, baru ada tiga OPD yang dijadikan pilot project penggunaan Billing Center ini yakni BKUD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang. Sebab ketiga OPD itu sudah memiliki rekening operasional penerimaan.

“Sosialisasi sudah kita laksanakan, sehingga harapan kami maksimal 31 Desember 2023 seluruh OPD sudah memiliki rekening operasional penerimaan,” tuturnya.

Terkait realisasi penerimaan pajak dan retribusi, Rudibdo menambahkan hingga pertengahan November 2023 ini telah tercapai 81,94 persen. Untuk pencapaian pajak tertinggi adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), di mana dari target Rp51,4 miliar sudah realisasi 92,6 persen atau Rp48,3 miliar.

Sedangkan untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu di periode yang sama, maka tahun ini jauh lebih baik. Karena hingga tanggal 14 November 2023, sudah mencapai Rp65,4 miliar dari target Rp82 miliar.

“Hal itu tidak lepas dari kebijakan pengurangan ketetapan PBB P2 dari masa pajak 2013 sampai 2021 sebesar 25 persen, pengunduran jatuh tempo pembayaran hingga 30 November 2023, dan penghapusan denda administrasi atas keterlambatan pembayaran PBB P2,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]