URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kepada Rasika FM, Ngadi, M.Pd, kepala SDN Regunung 01 mengatakan jika kegiatan anak didiknya ini dilakukan karena selama ini pengendara sepeda motor, terutama dari arah Boyolali, Karanggede, Susukan dan Duren jika pagi hari berkendara dengan kecepatan tinggi, sehingga pihaknya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diingginkan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Terjadinya Laka, Siswa SDN Regunung 01 Tengaran Membuat Zebra Cross

Antisipasi Terjadinya Laka, Siswa SDN Regunung 01 Tengaran Membuat Zebra Cross

Antisipasi Terjadinya Laka, Siswa SDN Regunung 01 Tengaran Membuat Zebra Cross

featured-img

Aksi pengecatan jalan dengan membuat zebra cross tersebut dilakukan oleh siswa-siswi dari SD Regunung 01 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Kamis 27 Oktober 2022 pagi.

Dalam aksinya mereka mengecat zebra cross sepanjang 4 meter dengan lebar 1 meter di depan sekolah mereka.

Kepada Rasika FM, Ngadi, M.Pd, kepala SDN Regunung 01 mengatakan jika kegiatan anak didiknya ini dilakukan karena selama ini pengendara sepeda motor, terutama dari arah Boyolali, Karanggede, Susukan dan Duren jika pagi hari berkendara dengan kecepatan tinggi, sehingga pihaknya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diingginkan.

“beberapa saat yang lalu bahkan Siswa Kami terserempet motor karena kencangnya pengendara” ungkap Ngadi.

Ngadi menambahkan jika pagi hari sekitar jam 06.15 sampai 06.50 ratusan kendaraan melewati depan sekolahnya.

“kami memberikan apresiasi kepada bapak Polisi karena peduli dengan aksi siswa dan membantu pengecatan, semoga kedepan pengendara sadar tidak lagi ngebut” tambahnya.

Sementara itu aksi simpatik ini ternyata mendapat dukungan dari polsek Tengaran Polres Semarang.

Aiptu Joko Nurwasito SH., Banit Lantas Polsek Tengaran mengaku jika apa yang dilakukan siswa ini sangat bermanfaat. Dirinya bahkan turun langsung membantu siswa-siswi saat pengecatan sambil mengarahkan Bagaimana membuat zebra cross standar kepolisian

“kami terdorong karena adik-adik begitu kreatif membuat zebra cross ini demi keselamatan mereka saat akan berangkat sekolah” ujar Joko.

Dirinya menambahkan pembuatan zebra cross yang berada di jalan raya Fastabiqul khoirot, dusun Gumukrejo, Regunung tersebut memang diperlukan apalagi jika pagi hari, ratusan motor melintas di Jalan Raya milik Kabupaten Semarang ini, terlebih jalur ini merupakan jalan utama bagi mereka pekerja yang menuju ke Tengaran maupun Salatiga dari arah Susukan, Karangede, Duren dan warga sekitar.

Ket. Video:
– Ngadi, M.Pd, kepala sekolah saat diwawancarai Rasika
– Aiptu Joko Nurwasito SH., Banit Lantas Polsek Tengaran
– Suasana pengecatan Zebra Cross oleh siswa

 

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara