URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga daging ayam di Pasar Raya Salatiga, Jawa Tengah, naik sejak awal September 2025 dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Pedagang menyebut stok peternak minim karena belum masa panen, sehingga pembeli turun hingga 30 persen. Warga berharap harga kembali normal agar kebutuhan tetap terpenuhi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Awal September 2025, Harga Daging Ayam di Salatiga Melambung

Awal September 2025, Harga Daging Ayam di Salatiga Melambung

Awal September 2025, Harga Daging Ayam di Salatiga Melambung

Harga daging ayam di Pasar Raya Salatiga, Jawa Tengah, naik sejak awal September 2025 dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Pedagang menyebut stok peternak minim karena belum masa panen, sehingga pembeli turun hingga 30 persen. Warga berharap harga kembali normal agar kebutuhan tetap terpenuhi.
foto dok IST
Salah satu sudut penjualan ayam di Pasar Raya Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Harga daging ayam di Pasar Raya Kota Salatiga, Jawa Tengah melambung tinggi. Kenaikan harga daging ayam itu dirasakan sejak awal bulan September ini dan terus merangkak naik.

Salah seorang pedagang daging ayam, Tika mengatakan, daging ayam naik sejak adanya demontrasi di sejumlah daerah. Kenaikan dari Rp 30.000 kini menjadi Rp 40.000.

“Kenaikan terus terjadi sejak awal bulan ini. Normalnya hanya Rp 30.000 sekarang sudah mencapai Rp 40.000,” terang Tika di kiosnya, Selasa (16/9/2025).

Dia membeberkan, kenaikan itu dikarenakan stok daging ayam pada tingkat peternak yang sedikit. Sebagian dari peternak belum mulai masa panen ayam. Hal tersebut membuat daging ayam terus melambung tinggi.

“Kalau harga mahal begini ya pembeli pasti turun. Mereka pada nggak jadi beli. Penurunan pembeli ada sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Dia berharap, harga daging kembali stabil. Karena kalau harga daging naik terus maka penjualan di tingkat pedagang juga turun.

Salah seorang pembeli Rina mengaku mengeluh dengan adanya kenaikan harga daging. Dirinya terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan asupan daging ayam.

“Kalau pembelian kita tetap. Karena kebutuhan untuk anak. Sehingga ada biaya lebih untuk membeli daging ayam,” jelasnya.

Dia berharap harga daging ayam kembali normal. Sebab kebutuhan untuk daging ayam sangat diperlukan bagi masyarakat. Terutama untuk tumbuh kembang anak.

“Kami berharap harga kembali normal di harga Rp 30.000 saja. Karena kalau harga mahal kondisi ekonomi juga sedang tidak baik-baik saja,” tandasnya.

Tika pedagang ayam

BACA JUGA :

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga membuka pelatihan vokasi Make Up Artist dan barista di UPTD Balai Latihan Kerja Disperinaker, Senin (6/7/2026), untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja sesuai kebutuhan pasar. Wali Kota Robby Hernawan mendorong peserta membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja, sementara pelatihan yang dibiayai APBD 2026 berlangsung selama 20 hari hingga 31 Juli.
Minimalisir Pengangguran, Pemkot gelar Pelatihan MUA dan Barista
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong DPRD Jawa Tengah mempercepat pembahasan dan pengesahan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal saat Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Semarang, Kamis (2/7/2026). Regulasi tersebut disiapkan sebagai payung hukum untuk memperkuat pendataan, akses jaminan sosial, bantuan hukum, pelatihan, permodalan, dan kesejahteraan pekerja informal di Jawa Tengah.
Pekerja Informal Jateng Selangkah Lagi Miliki Payung Hukum
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting