URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa bahkan mengaku ada tiga prajurit TNI dari Kodam IV/Diponegoro yang diperiksa terkait dugaan keterlibatan pembunuhan Iwan Boedi. Namun, dari Pomdam IV/Diponegoro mengatakan, sampai saat ini masih dua anggota TNI yang dilakukan pemeriksaan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Beda Keterangan Saksi Saat Diperiksa oleh Pomdam IV/Diponegoro dan Kepolisian

Beda Keterangan Saksi Saat Diperiksa oleh Pomdam IV/Diponegoro dan Kepolisian

Beda Keterangan Saksi Saat Diperiksa oleh Pomdam IV/Diponegoro dan Kepolisian

featured-img

SEMARANG – Misteri pembunuhan Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus hingga kini belum terungkap.

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa bahkan mengaku ada tiga prajurit TNI dari Kodam IV/Diponegoro yang diperiksa terkait dugaan keterlibatan pembunuhan Iwan Boedi. Namun, dari Pomdam IV/Diponegoro mengatakan, sampai saat ini masih dua anggota TNI yang dilakukan pemeriksaan.

Sejauh ini, pihak kepolisian dari Polda Jateng dan Polrestabes Semarang sudah memeriksa puluhan saksi untuk dimintai keterangan. Pomdam IV/Diponegoro juga sama telah memeriksa puluhan saksi untuk membuktikan apakah ada anggotanya yang terlibat dalam pembunuhan Iwan Boedi.

Namun, ada satu saksi berinisial AG PORTAL yang sudah diperiksa oleh Pomdam IV/Diponegoro dan pihak kepolisian. Dari hasil keterangan AG PORTAL ini tidak ditemukan kesamaan keterangan atau beda keterangan yang telah disampaikan kepada pihak Pomdam IV/Diponegoro maupun kepolisian.

Danpomdam IV/Diponegoro, Kolonel Cpm Rinoso Budi menjelaskan, hasil rekaman CCTV yang pihaknya peroleh diduga tersangka yang merupakan anggota TNI AD berinisal AG itu melintas di Tower Marina yang berdekatan dengan lokasi pada 24 Agustus 2022 pukul 7.12 WIB. Kemudian diduga korban melintas di Tower Marina di hari yang sama pukul 7.24 dengan selisih kurang lebih 13 menit.

“Kemudian info berikutnya dari Polretabes ada keterangan saksi 2 orang yakni AG PORTAL dan saudara HRD. Ini yang bersangkutan juga tadinya tersangka karena ada penangkapan dari Polrestabes,” ujar Kolonel Rinoso di Mapomdam IV/Diponegoro, Kamis (13/10/2022).

“Kemudian saat kita panggil status mereka sebagai saksi dua orang ini yang mengetahui yaitu sodara AG PORTAL dan HRD. Dari informasi Polretabes itu kami melakukan tindakan penyidikan Pomdam IV/Diponegoro,” jelasnya.

Menurut Kolonel Rinoso, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Pomdam IV/Diponegoro, AG PORTAL yang bekerja sebagai satpam di dekat lokasi kejadian ini mengaku tidak mengenal dan melihat ada dua anggota TNI AD di Kawasan Marina pada tanggal 24 Agustus 2022. Namun, lanjut Rinoso, sebelumnya AG PORTAL mengaku melihat anggota TNI ketika diperiksa oleh kepolisin.

“Setelah kita periksa yang bersangkutan (AG PORTAL) tidak mengenal dan tidak melihat dua oknum anggota TNI AD. Ini memang berbeda hasil yang diperoleh pemeriksaan Polrestabes dengan Pomdam. Saat diperiksa sebagai tersangka di Polrestabes, yang bersangkutan malah mengaku ketika dilihatin foto ya itu yang saya kenal itu itu anggota TNI AD,” bebernya

“Tapi saat kita panggil karena sudah dibebaskan kita minta izin ke porlrestabes bokeh ngga? Karena sudah dibebaskan kita panggil dia hasilnya berbeda bahwa saudara AG PORTAL tidak mengenal dan tidak melihat dua oknum anggota TNI di lokasi,” tambahnya.

Terpisah, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menerangkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksan terhadap puluhan saksi menggunakan alat Lie Detector. Pihaknya juga masih melakukan pendalam terkait alat bukti dan saksi-saksi.

“Perkembangan penyidikan saat ini kita sedang proses dengan alat Lie Detector kepada para saksi apakah kesaksian yang bersangkutan stabil atau berbohong. Selain itu Polri juga melakukan pendalaman terhadap saksi dan alat bukti lain untuk memperkuat berkas pemeriksaan,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras