KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

BTT Rp 114 Juta untuk Mencegah Kelangkaan Air Bersih di Pemkot Semarang

BTT Rp 114 Juta untuk Mencegah Kelangkaan Air Bersih di Pemkot Semarang

BTT Rp 114 Juta untuk Mencegah Kelangkaan Air Bersih di Pemkot Semarang

Dalam rangka mengantisipasi kekurangan air bersih di daerah yang rawan kekeringan, Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran bantuan tak terduga (BTT) sebesar Rp 114 juta, yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. Meskipun telah ada beberapa hujan turun akhir-akhir ini, Pemkot Semarang tetap memastikan ketersediaan air bersih dengan menyiapkan sebanyak 570 tangki air dari dana BTT tersebut.
Foto: Dok/IST
Pemerintah Kota Semarang melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) mengirim sebanyak tangki air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kota Semarang.

Semarang – Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, telah berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Dalam rangka mengantisipasi kekurangan air bersih di daerah yang rawan kekeringan, Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran bantuan tak terduga (BTT) sebesar Rp 114 juta, yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.

Meskipun telah ada beberapa hujan turun akhir-akhir ini, Pemkot Semarang tetap memastikan ketersediaan air bersih dengan menyiapkan sebanyak 570 tangki air dari dana BTT tersebut.

“Sudah tersedia dana BTT sebesar Rp 114 juta, untuk pemberian air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan. Bagi warga yang membutuhkan, melalui RT atau RW bisa mengajukan ke kami,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, baru-baru ini.

Untuk saat ini, setidaknya sebanyak 35 tangki air bersih atau 6,4 persen telah terdistribusi ke sembilan daerah yang terdampak kekeringan.

Di antaranya, Kelurahan Wonoplumbon, Kelurahan Bringin, Kelurahan Gondoriyo, Kelurahan Gedawang, Kelurahan Jabungan, Kelurahan Meteseh, Kelurahan Rowosari, dan Kelurahan Cepoko.

Endro mengakui, penyaluran air bersih dari anggaran BTT hingga sampai sekarang belum terserap semuanya, karena bantuan dari corporate social responsibility (CSR) dari pihak swasta dan BUMN juga terus mengalir.

“Untungnya, kalau berbicara di luar BTT masih ada CSR yang terus rutin bisa mem-back up kebutuhan air bersih yang ada di Kota Semarang. Ada PMI, Pertamina, PLN, Indonesia Power, Hino Dutro, Gesit,” katanya.

Pihaknya menyatakan, apabila dana BTT masih tersisa akan diserahkan kembali ke pemerintah, dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang.

“Kami optimistis sampai akhir tahun, selama masih kekeringan masyarakat jangan khawatir penyediaan air bersih. Kami dari ketersediaan anggaran pun sudah siap,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang, Patrick Bagus Yudhistira menjelaskan, total saat ini ada 17 wilayah di 10 kelurahan yang membutuhkan bantuan droping air bersih saat musim kemarau ini. Yakni di Kelurahan Kedungpane tiga titik, Kelurahan Bringin empat titik, Wonosari tiga titik, serta Gondoriyo, Jabungan, Rowosari, Cepoko, Gedawang, Wonoplumbon, dan Meteseh masing-masing satu titik.

“Jumlah titik kekeringan saat ini bertambah, di Gondoriyo dan Wonosari, Ngaliyan dan Cepoko Gunungpati saat ini membutuhkan air bersih,” bebernya.

Jumlah kebutuhan per titik pun berbeda tergantung kebutuhan dan jumlah warga yang terdampak. Paling banyak lanjut dia, ada di RT 02 RW 02 Kelurahan Kedungpane, Ngaliyan yang membutuhkan dua tangki air per hari.

“Jumlah dropping berbeda-beda tergantung kebutuhan. Tapi saat ini sudah mulai ada hujan, mudah-mudahan wilayah terdampak kekeringan sudah berkurang,” jelasnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
Penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah XVII pada 25–31 Oktober 2026 turut meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Semarang. Kepala Dinas Pariwisata Wiwin Sulistyowati menyebut tingkat hunian hotel meningkat, sementara villa dan homestay menjadi alternatif akomodasi bagi atlet, ofisial, keluarga, serta suporter yang datang.
Porprov Jateng 2026 Jadi Magnet Wisata, Hotel hingga Homestay di Kabupaten Semarang Kebanjiran Tamu
[pekok2]