URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ayah korban yang mengetahui anak pertamanya berada di kamar langsung kembali ke dalam rumah. Ia langsung berusaha menolong anaknya yang tertimbun material longsor berupa tanah, kayu, dan tembok rumah. Ayah korban sempat mendengar rintihan korban "Ayah Tolongi Aku" yang diucapkan korban berulang kali paparnya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cerita Keluarga Korban Yang Meninggal Dalam Perawatan Usai Tertimbun Longsor Di Tembalang

Cerita Keluarga Korban Yang Meninggal Dalam Perawatan Usai Tertimbun Longsor Di Tembalang

Cerita Keluarga Korban Yang Meninggal Dalam Perawatan Usai Tertimbun Longsor Di Tembalang

featured-img

SEMARANG – Andika Dewa Pratama (16) menghembuskan nafas terakhir di RS Roemani. Hal itu lantaran sebelumnya sempat kritis di rumah sakit akibat tertimbun longsor di rumahnya.

Kejadian bencana alam itu terjadi dj Jalan Delikrejo, RT 5 RW 11, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang pada Rabu (19/1/2022) sekira pukul 18.30 WIB.[irp posts=”33000″ name=”Tanah Longsor Di Tembalang, Satu Orang Meninggal Dalam Perawatan Di Rumah Sakit”]

Pihak keluarga korban mengungkapkan detik-detik korban tertimbun longsor yang berujung meninggalnya remaja yang bekerja sebagai tukang tambal ban itu.

“Sewaktu kejadian korban sedang beristirahat di kamarnya habis pulang kerja,” ungkap kakak orangtua korban, Sutini kepada wartawan Kamis (20/1/2022).

Ia menjelaskan, sebelumnya memang terjadi hujan deras disertai angin kencang selama berjam-jam yang melanda di wilayah rumah korban dan sekitarnya.

“Korban di kamar sedangkan ayah dan adik korban sedang berada di ruang tamu,” katanya.

Saat kejadian, beruntung ayah dan adik korban melarikan diri dan selamat dari longsor dengan cara menjebol tembok belakang rumah miliknya.

“Ayah korban sempat menarik adik korban ke luar rumah sehingga selamat,” terangnya.

Ayah korban yang mengetahui anak pertamanya berada di kamar langsung kembali ke dalam rumah. Ia langsung berusaha menolong anaknya yang tertimbun material longsor berupa tanah, kayu, dan tembok rumah.

Ayah korban sempat mendengar rintihan korban “Ayah Tolongi Aku” yang diucapkan korban berulang kali paparnya.

Namun, suara rintihan korban sayup-sayup lenyap sehingga membuat ayahnya kalut dan panik. Lantaran sudah tak ada suara, ayah korban mengira anaknya sudah meninggal dunia.

“Ayah korban lalu lari ke teras rumah dan teriak histeris minta tolong ke para tetangga,” katanya.

Mendengar teriakan ayah korban, para kerabat lantas mendatangi ke rumahnya. Mengetahui korban tertimbun mereka lalu segera bahu membahu menolong korban di bawah tumpukan tanah dengan situasi saat evakuasi cuaca gerimis dan lampu mati.

“Yang menolong enam orang. Kami gali secepat mungkin. 15 menit menggali, kaki korban sudah tampak. 5 menit kemudian korban berhasil dievakuasi,” tuturnya.

Ia melanjutkan, kondisi korban saat itu sangat memprihatinkan. Korban pingsan dengan sekujur tubuh dipenuhi lumpur dan posisi tubuh korban telentang menyandar di tembok dengan kaki menekuk.

“Pakaian korban masih lengkap pakai celana jeans, jaket, bahkan tasnya masih dipakai oleh korban. Kemungkinan saat pulang kerja langsung istirahat,” terangnya.

Ia menjelaskan, sesudah korban berhasil dievakuasi, terdapat sejumlah luka di tubuhnya. Di antaranya seperti luka pelipis, belakang kepala dan luka goresan di sejumlah tubuh.

“Kami bilas tubuh korban dan periksa nadi masih berdenyut lalu kami bawa ke rumah sakit,” katanya.

Ia mengatakan, korban telah mendapatkan perawatan medis di RS Roemani. Namun nyawanya sudah tak tertolong pukul 10.00 WIB.

“Di makamkan hari ini di TPU Kelurahan Tandang,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara