KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

FMGB Demo, Tuntut Penggelolaan BUMDes Makmur Gedangan Lebih Transparan

FMGB Demo, Tuntut Penggelolaan BUMDes Makmur Gedangan Lebih Transparan

FMGB Demo, Tuntut Penggelolaan BUMDes Makmur Gedangan Lebih Transparan

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Puluhan anggota Forum Masyarakat Gedangan Bersatu (FMGB) Desa Gedangan Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur. Masyarakat yang menuntut transparansi keuangan tersebut membawa poster untuk menyuarakan aspirasinya. Di antaranya bertuliskan ‘BUMDes Makmur Hancur, Usut Tuntas Dana BUMDes, Stop Korupsi di Desa Gedangan, Dana Desa Milik Masyarakat Bukan Kades’.

Kepada rasikafm.com, Koordinator aksi, Risno menyampaikan, warga saat ini hanya menginginkan adanya transparansi dalam pengelolaan BUMDes Makmur. “BUMDes ini sudah tutup, tapi tiba-tiba ada toko yang beralih pengelolaan ke manajemen lain. Dalam BUMDes, warga itu punya saham, tapi kami tidak pernah diajak rembukan,” jelasnya, Jumat (4/8/2023).

Menurutnya, akibat ketidakjelasan dalam pengelolaan BUMDes Makmur, diduga ada potensi kerugian hingga Rp 200 juta.

Ini terjadi karena ketidakjelasan dalam pengelolaan BUMDes Makmur, ada potensi kerugian hingga Rp 200 juta. “Karena itu kami meminta kejelasan, kenapa kondisi BUMDes seperti ini, apakah pailit, bangkrut, mismanajemen, pengelolaannya selama ini seperti apa,” ungkap Risno.

Risno mengungkapkan, BUMDes Makmur terakhir beroperasi saat masa pandemi Covid-19. Saat itu BUMDes ditunjuk untuk distribusi sembako kepada warga terdampak Covid-19. Namun setelah itu, tutup dan tidak ada kejelasan.

Menurutnya, karena ketidak jelasan dalam pengelolaan BUMDes Makmur, ada potensi kerugian hingga Rp 200 juta. “Karena itulah kami meminta kejelasan, kenapa kondisi BUMDes seperti ini, apakah pailit, bangkrut, mismanajemen, pengelolaannya selama ini seperti apa,” ungkap Risno.

Dalam konfirmasinya, pihak desa yang datang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Pemdes Gedangan Rohid Hamdani, ia mengatakan akan menindaklajuti aspirasi dari warga yang tergabung dalam FMGB. “Sebelum ini sudah dilaksanakan RAT terkait LPJ dari pengelola BUMDes, namun belum bisa diterima karena masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi keuangan dan kepastian lainnya,” paparnya

“Di situ disampaikan akan ada yang bertanggung jawab terkait pengelolaan keuangan karena misadministrasi. Itu siap akan dipertanggungjawabkan oleh pengelola BUMDes,” kata Rohid. Rohid mengatakan Pemdes Gedangan turut dalam penyertaan modal ke BUMDes Makmur. “Dari PAD desa ada Rp 90 juta, Bankeu Rp 40 juta, dan tahun 2021 penyertaan modal Rp 100 juta. Kami transparan dalam hal ini karena BUMDes itu milik masyarakat, jadi kita jaga amanah ini,” paparnya.

Pantauan wartawan aksi demo yang berlangung jumat pagi itu berjalan lancar karena ada pengawalan dari Pihak kepolisian.

Forum Masyarakat Gedangan Bersatu saat diwawancarai Rasika FM

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis