URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hari Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum masyarakat Indonesia bangkit setelah pandemi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, sinyal itu juga telah diberikan oleh Presiden Joko Widodo dengan kebijakan terbaru soal penggunaan masker.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar: Harkitnas Ini Momen Bangkit Jauh Lebih Mandiri Pasca Krisis Kesehatan

Ganjar: Harkitnas Ini Momen Bangkit Jauh Lebih Mandiri Pasca Krisis Kesehatan

Ganjar: Harkitnas Ini Momen Bangkit Jauh Lebih Mandiri Pasca Krisis Kesehatan

featured-img

SEMARANG – Hari Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum masyarakat Indonesia bangkit setelah pandemi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, sinyal itu juga telah diberikan oleh Presiden Joko Widodo dengan kebijakan terbaru soal penggunaan masker.

Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin upacara Harkitnas ke 114 tingkat Provinsi di halaman kantor Pemprov Jateng, Jum’at (20/5). Seperti kata Menkominfo dalam sambutannya, Ganjar mengatakan ini momen bangkit setelah pandemi.

Selain itu, lanjut Ganjar Presiden Jokowi juga telah memberikan sinyal kelonggaran melalui pernyataannya terkait penggunaan masker.

“Namun kita tetap berhati-hati itu kewaspadaan dan yang kedua kebangkitan ekonomi setelah kemudian kita mengalami krisis kesehatan kemarin,” ucap Ganjar.

Momen ini, kata Ganjar, sekaligus kesempatan bagi Indonesia menunjukkan perann dalam pelaksanaan G20 untuk mempengaruhi kondisi global.

“Maka itulah momentum kebangkitan ini kita jadikan semangat bersama untuk kita jauh lebih mandiri lagi,” kata Ganjar.

Pengalaman di masa lalu, kata Ganjar, terutama di masa pandemi telah menyadarkan bahwa bangsa Indonesia harus bisa mandiri dalam ekonomi.

“Kita siapkan betul krisis globalnya mesti diantisipasi dengan kekuatan lokal,” ujarnya.

Ganjar mendorong seluruh elemen untuk bergerak dan mendukung sejumlah sektor yang saat ini masih dalam posisi tidak mudah agar bisa bangkit.

“Sektor yang sekarang mengalami posisi tidak mudah seperti pangan energi, cepat kita harus menggunakan seluruh kekuatan untuk bisa bangkit di momentum ini,” tegasnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara