KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ganjar Tinjau Perbaikan Jalan Rusak di Dua Titik Ruas Jalan

Ganjar Tinjau Perbaikan Jalan Rusak di Dua Titik Ruas Jalan

Ganjar Tinjau Perbaikan Jalan Rusak di Dua Titik Ruas Jalan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan tinjauan perbaikan jalan rusak di dua wilayah Jawa Tengah, yaitu jalan Limpung-Bawang di Kabupaten Batang dan jalan Weleri-Sukorejo di Kabupaten Kendal, setelah menerima banyak aduan terkait jalan rusak di wilayah tersebut.
Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali meninjau perbaikan jalan rusak di wilayah Jawa Tengah, Rabu (15/3/2023).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali meninjau perbaikan jalan rusak di wilayah Jawa Tengah, Rabu (15/3/2023). Ada dua titik ruas jalan yang ditinjau Ganjar Pranowo seusai memimpin Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang.

Dua ruas jalan itu antara lain jalan Limpung-Bawang, tepatnya di sekitar Pasar Sojomerto Kabupaten Batang. Satu titik lainnya adalah jalan Weleri-Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Berdasarkan data aduan di Laporgub periode 1 Januari-13 Maret 2023, aduan infrastruktur paling banyak. Aduan mengenai jalan rusak berada pada peringkat teratas. Keluhan mengenai jalan kabupaten/ kota sejumlah 1.663 aduan, jalan desa/ kelurahan ada 1.021 aduan, dan jalan provinsi sebanyak 651 aduan.

“Sudah banyak laporan masuk ke kita, komplain banyak jalan rusak karena memang kondisi cuacanya cukup ekstrem. Jadi Pak Hanung (Kepala DPUBMCK Jateng) beserta seluruh tim di balai kita, coba sisir satu per satu,” kata Ganjar, saat ditemui di lokasi.

Khusus untuk aduan jalan rusak di wilayah Petanglong Bregasmalang, imbuhnya, tercatat ada 649 aduan. Sebanyak 333 laporan terdiri atas 98 aduan jalan desa, 180 jalan kabupaten, dan 55 jalan provinsi telah ditindaklanjuti. Sisanya masih dalam proses tindak lanjut.

“Seperti kemarin kita mencoba cara-cara model e-catalog itu bagus, pekerjaannya cepat. Beruntung cuacanya juga bagus sehingga bisa bekerja. Hanya memang karena anggaran kita tidak bisa menyelesaikan semua, dan kita tidak bisa mengejar kesempurnaan pekerjaan pascadua tahun tanpa penanganan, maka kita ambil prioritas. Yang sudah masuk program rusak banget kita bereskan, ada yang di-rigid beton begitu, dan yang seperti ini yang masih cukup bagus kita selesaikan,” jelasnya.

Menurut Ganjar, dalam penanganan jalan rusak, yang lebih penting adalah keselamatan pengguna jalan. Jalan yang sudah masuk prioritas dan bisa ditangani dengan cepat, langsung dikerjakan. Sementara untuk yang belum dikerjakan atau membutuhkan waktu lama, akan dipasang rambu-rambu peringatan.

“Penting keamanan pengguna jalan kita jaga. Kita juga minta tolong dari para pengusaha angkutan barang jangan ODOL (over dimensi over load) dong. Semua mesti tertib. Di beberapa tempat sudah menjadi kebiasaan lama kita, bahwa kalau memang belum bisa dan masih membutuhkan waktu lama dikasih rambu-rambu, sehingga publik bisa tahu kalau area itu memang area perlu perhatian, agar berlalu lintas hati-hati,” katanya.

Hadi, warga Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, mengatakan, perbaikan jalan sudah dilakukan selama dua hari terakhir. Sebelumnya, kondisi jalan tersebut rusak karena sering dilintasi truk bermuatan batu, ditambah dengan hujan yang sering turun.

“Jalannya lebih halus lagi, jadi dilewati tidak berbahaya bagi pengendara. Hampir dari Desa Wonokerso sampai ke sini itu bolong-bolong semua. Ini alhamdulillah sudah mulai diperbaiki. Kondisi rusak itu hampir satu minggu lebih, karena banyak truk yang bawa batu lewat sini, karena hujan juga. Perbaikan baru kemarin,” ujarnya. (Humas Jateng)

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang