URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

HUT ke 4 Air Minum Sukabela, PDAM Keluarkan Produk Baru ukuran 330 ml

HUT ke 4 Air Minum Sukabela, PDAM Keluarkan Produk Baru ukuran 330 ml

HUT ke 4 Air Minum Sukabela, PDAM Keluarkan Produk Baru ukuran 330 ml

featured-img
Dirut PDAM dan jajaran foto bersama Wabup H Basari dan istri Bupati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Hj Peni Ngesti Nugraha.

RASIKAFM – Tasyakuran dalam rangka HUT Air Minum Dalam Kemasan “Sukabela” produksi PDAM Kabupaten semarang.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Semarang, Guswakhid Hidayat, saat memberikan sambutan dalam rangka tasyakuran peringatan HUT ke-4 AMDK Sukabela di pendapa Rumah Dinas Bupaten Semarang Jalan Ahmad Yani Ungaran, Senin (30/8/2021) sore mengatakan Manajemen PDAM Bumi Tirta Serasi Kabupaten Semarang selaku pengelola produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Sukabela berupaya meningkatkan pemasaran air kemasan Sukabela ke seluruh lapisan masyarakat hingga di kepelosok desa.

“Di usia menginjak ke-4 tahun ini, sebelumnya pemasaran AMDK Sukabela sempat tersendat saat ada kebijakan instruksi Gubernur Jateng agar tidak menggunakan produk plastik di tahun 2019. Alhamdulillah di masa pandemi ini kehadiran AMDK Sukabela menjadi alternatif minuman sehat yang segar dan higienis,” ujar Guswakhid.

Dalam kesempatan ini Guswakhid sekaligus menyampaikan AMDK Sukabela tahun ini telah mengeluarkan kemasan ukuran botol 330 ml. Kehadiran kemasan baru ini lebih praktis digunakan untuk acara rapat maupun di acara santai berkumpul bersama teman dan keluarga.

“Kemasan ukuran 330 ml lebih praktis bisa dihabiskan dalam satu kesempatan. Kalau kemasan gelas untuk hajatan dan minuman hidangan katering. Kehadiran kemasan baru ini semakin memudahkan masyarakat menentukan pilihan ukuran kemasan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Semarang H Basari menyerahkan potongan tumpeng kepada Dirut PDAM Kabupaten Semarang Guswakhid Hidayat menandai peringatan HUT ke-4 AMDK Sukabela di pendapa rumah dinas bupati, Senin (30/8/2021). (Foto:/RasikaUSA)

Selain itu sukabela juga merilis video iklan sukabela yang didalamnya ada Bupati dan wakil bupati semarang serta potensi budaya pariwisata kabupaten semarang, sehingga diharapklan seluruh masyarakatnya dapat pula menjadikan sukabela pilihan untuk kebutuhan air minumnya. Untuk mendorong pemasarannya Guswakhid sudah membentuk team yang berisi pemuda pemuda yang diharapkan lebih tangguh dan kerja lebih cepat dalam melaksanakan tugas-tugas pemasaran.

“Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas support Tim Penggerak PKK atas penjualan Sukabela bagian milik pemerintah, atas dorongan kepada masyarakat untuk menggunakan produk Sukabela,” tambahnya.

Wakil Bupati Semarang H Basari mewakil Bupati Semarang mengatakan, perlu ada kajian serius untuk mengembangkan pemasaran AMDK Sukabela. Ia meminta manajemen lebih dulu menginventarisir potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Semarang maupun daerah di sekitarnya.

“Kita ketahui dulu potensi yang bisa dikembangkan, itu sangat penting untuk dapat menentukan target pemasaran. Perlu diadakan kajian potensi pemasaran sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian target penjualan,” ujar Wabup Basari saat memberikan sambutan.

Turut hadir selain Dirut PDAM dan Wakil Bupati Semarang, juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kab Semarang Muzayinul Arif dan Ketua Dewan Pengawas PDAM Denny Ariawan. Juga dihadiri istri Bupati Semarang Peni Ngesti Nugroho, istri Sekda, para Kepala Cabang PDAM, dan perwakilan pengurus Forum Komunikasi Pelanggan (PDAM) Kabupaten Semarang. (Hrs,King)

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved