KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ini Motif Pelaku Tusuk Istri Hingga Meninggal Di Semarang

Ini Motif Pelaku Tusuk Istri Hingga Meninggal Di Semarang

Ini Motif Pelaku Tusuk Istri Hingga Meninggal Di Semarang

SEMARANG – Kanipah alias Andre tega tusuk bagian leher istrinya di sebuah kos-kosan jalan Srinindito Baru No. 5 Gang 1 RT 11 RW 1, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat.

Akibatnya, korban bernama Indah Safitri warga RT 2 RW 3, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (15/1/2022) sekira pukul 12.30 WIB dalam keadaan bersimbah darah.[irp posts=”32781″ name=”Usai Bunuh Istrinya, Andre Sempat Ke Rumah Mertua Untuk Bawa Kabur Anak “][irp posts=”32830″ name=”Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Istri Di Semarang”]

Dihadapan polisi dan awak media, Andre mengaku tega melakukan hal keji tersebut lantaran kesal dan tersinggung ketika diminta korban untuk mencari pekerjaan ketika dirinya sedang dalam keadaan sakit kepala atau pusing.

“Saya tidak bekerja karena kepala saya sakit terus tapi tidak tahu kenapa. Tapi suruh cari kerjaan padahal lagi gak sehat. Terus dia (korban) ngomong kalau gak sehat ya berobat tapi saya tersinggung,” ujarnya saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, Senin (17/1/2022).

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menambahkan, sebelum korban terbunuh sempat terjadi pertengkaran di dalam tempat tinggal pasangan yang sudah menikah selama 8 tahun itu.

Awalnya, korban yang bekerja di salah satu perusahan konveksi di jemput pulang Andre untuk melakukan isoma (istirahat, sholat, makan). Lalu, pasutri itu terlibat pertikaian yang membuat Andre kesal hingga menusuk korban menggunakan pisau lipat.

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku keluar dalam keadaan tangan berlumuran darah dan membawa pisau lalu pergi ke rumah korban untuk membawa kabur anaknya yang masih berusia 4 tahun.

“Suami korban ini pengangguran. Jadi motifnya pelaku kesal kepada korban atas ucapannya untuk mencari pekerjaan,” bebernya.

“Sempat cek-cok sampai istri kesal minta dibunuh gara-gara tidak mau cari kerjaan. Tapi malah dibunuh beneran. Kurang lebih seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan mengatakan, dari hasil pemeriksaan autopsi, pelaku dengan tega menusuk korban sebanyak sekitar 14 kali.

Ia menambahkan, menurut keterangan dari beberapa saksi, korban sempat masih hidup ketika pelaku melakukan penusukan di ruang tamunya. Lalu, lantaran takut dan panik diketahui warga, pelaku kemudian menusuk bagian leher korban agar tidak menimbulkan keributan.

“Terakhit terlihat oleh warga itu pelaku sudah pegang pisau. Jadi gak berani mendekat. Korban ditikam dibagian leher keatas,” imbuhnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam Pasal 44 Ayat 3 UU RI No 23 Tahun 2004 atau Pasal 338 KUHP dengan pidana penjara 15 tahun.

“Termasuk Undang-Undang KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) nanti juga akan dimasukan,” tutupnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]