KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jelang Arus Mudik, Polres Salatiga Jamin Pengamanan Mudik dan Lebaran 2023

Jelang Arus Mudik, Polres Salatiga Jamin Pengamanan Mudik dan Lebaran 2023

Jelang Arus Mudik, Polres Salatiga Jamin Pengamanan Mudik dan Lebaran 2023

Pj. Walikota Salatiga Drs. Sinoeng Noegroho, didampingi Dandim 0714 Letkol Inf Ade Pribadi Siregar dan Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan cek Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Candi Tahun 2023, di Halaman Polres Salatiga, Senin (17/04/2023).

[@]Dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1444 H Tahun 2023 dengan rasa aman dan nyaman, Polres Salatiga melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan Sandi “Ketupat Candi-2023”, apel gelar pasukan dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga pada hari Senin, 17/04/2023.

Pimpinan Apel Pj. Walikota Salatiga Sinoeng Noegroho, membacakan amanat dari Kapolri, bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2023. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata sinergisitas Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka mengamankan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1444 H.

Operasi Ketupat 2023 akan dilaksanakan selama 14 hari sejak 18 April sampai 1 Mei 2023.
Khusus bagi rumah yang ditinggal mudik, imbau masyarakat agar melapor ke ketua RT/ RW maupun Bhabinkamtibmas setempat dan lakukan penguatan patroli, serta aktifkan siskamling dengan menerapkan one gate system.

Menurut Sinoeng, pihaknya akan mendorong kesiapan semua pihak dalam menghadapi arus mudik maupun balik lebaran yang datang ke Kota Salatiga. Hal ini penting untuk mengantisipasi kerawanan, ketidaknyamanan pemudik saat berada di Salatiga

“Hari ini, Polres Salatiga mengelar apel gelar pasukan, untuk kesiapan operasi ketupat candi untuk lebaran 2023 yakni menghadapi arus mudik, arus balik jelang Idul Fitri nanti. Sudah ada sekitar 295 personil yang disiapkan bersama TNI Polri. Kita juga akan tambah personil dari satpol pp, dishub, dinkes juga akan kita dorong. Selain itu, pramuka dan ormas juga menjadi mitra stategis kamtibmas seperti Banser,”kata Sinoeng.

Dirinya menghimbau agar petugas parkir juga membatasi lama parkir bagi kendaraan yang datang.
“Bagaimana membatasi parkir pemudik untuk istirahat hanya selama 1 – 1,5 jam saja. Sehingga memberikan kesempatan kepada mobil lain yang datang. Sehingga tidak berjubel. Selain itu, himbauan ini juga harus disampaikan kepada pemilik warung makan dan pengelola rest area agar meminimalisir kepadatan pada rest area tersebut, “jelas Sinoeng.

Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi saat diwawancarai Rasika FM

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]