KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kebakaran Rumah di Jomblang Candisari, Satu Orang Meninggal Dunia

Kebakaran Rumah di Jomblang Candisari, Satu Orang Meninggal Dunia

Kebakaran Rumah di Jomblang Candisari, Satu Orang Meninggal Dunia

SEMARANG – Sebuah rumah yang terletak di jalan Raya Tandang No. 20, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari terbakar pada Senin (21/2/2022) sekira pukul 04.30 WIB.

Akibat kejadian itu, seorang wanita berumur sekira 80 tahun yang menempati bangunan dengan luas sekitar 6 meter x 15 meter itu meninggal dunia karena terjebak kebakaran sehingga tak dapat tertolong.

Jasad wanita lansia bernama Boniyah itu ditemukan di dapur dalam keadaan duduk menempel ditembok dan dikelilingi benda-benda roboh. Kaos yang ia pakai juga sudah menempel pada tubuh korban.

“Itu korban sudah sepuh, tinggal di rumah sendirian. Anak-anaknya sudah berumah sendiri-sendiri, tapi tiap hari pasti dijenguk sama anaknya,” ujar warga sekitar, Imam saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan awal mula kebakaran terjadi ketika dirinya mengetahui ada asap yang mengepul di atas rumah milik almarhum Toekiran atau suami korban.

Lalu karena penasaran dan curiga, dirinya melakukan penyisiran dengan melewati sebuah kampung yang terletak di sebelah lokasi kejadian. Saat dilakukan penyisiran, ia tak melihat adanya api atau cahaya yang menyerupai api.

Namun, saat kembali di depan rumah korban, api sudah mulai menyala besar hingga akhirnya merembet pada beberapa rumah dan ruko yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Saya tau di dalam ada orang, tapi tidak berani masuk karena takut tidak bisa keluar. Karena api pada saat itu cepat sekali membesar,” bebernya.

“Dari dalam saat itu juga tidak ada teriakan. Mungkin karena sudah lansia korban tidak bisa apa-apa,” lanjut Imam.

Saat ini jenazah korban langsung dibawa ke rumah salah satu anaknya untuk proses pemakaman di TPU Begog Kecamatan Candisari Kota Semarang.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 12, Jianto menyebut selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan tiga rumah. Tiga rumah itu masing-masing milik Toekiran, Jamal dan Sunoko.

“Iya tiga rumah itu milik warga kami, satu rumah dihuni Korban Boniah, dua rumah lain kondisi kosong,” ucapnya.

Ia menyebut, api pertama kalk muncul dari rumah Toekiran yang diduga muncul dari ruang tamu rumah tersebut. Kebakaran sempt membuat warga geger lantaran api berkobar begitu hebat. Apalagi di dekat lokasi kejadian juga merupakan kawasan padat penduduk.

“Dugaan api muncul dari ruang tamu rumah almarhum Toekiran. Sebab kebakaran diduga korsleting listrik,” tuturnya.

Selepas api muncul dari rumah Toekiran, api merambat ke dua rumah lainnya yang berada di samping kanan kiri rumah tersebut atau di sisi utara dan selatannya. Api cepat merambat ke dua rumah lainnya hingga menghanguskan tiga rumah tersebut.

Kebakaran paling parah dialami rumah Toekiran yang hampir seluruhnya ludes. Sedangkan dua rumah lainnya seperti rumah milik Jamal juga hampir seluruhnya ludes terutama warung kelontong milik Jamal.

Hanya rumah milik Sunoko yang masih ada sisi rumah yang selamat dari kebakaran. Rumah milik Sunoko hanya alami kebakaran parah di sisi depan dan tengah dengan sisi belakang rumah lalu samping kanan atau utara rumah masih dapat diselamatkan.

“Ya kerugian ratusan juta, di atas Rp300an juta,” paparnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang