URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kabar duka menyelimuti keluarga Ngadi di Dusun Srumbung, Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, setelah putra tercintanya, Muhammad Nastain, dosen muda Universitas Gadjah Mada (UGM), ditemukan meninggal dunia di indekosnya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin, 21 April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kepergian Dosen Muda UGM Asal Kabupaten Semarang dan Motor Baru yang Tak Pernah Sempat Diantarkan

Kepergian Dosen Muda UGM Asal Kabupaten Semarang dan Motor Baru yang Tak Pernah Sempat Diantarkan

Kepergian Dosen Muda UGM Asal Kabupaten Semarang dan Motor Baru yang Tak Pernah Sempat Diantarkan

Ngadi, tampak tegar memegang foto Nastain saat dijumpai di rumah duka, Dusun Srumbung, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Rabu (23/4/2025). Foto: win
Ngadi, tampak tegar memegang foto Nastain saat dijumpai di rumah duka, Dusun Srumbung, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Rabu (23/4/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah di Dusun Srumbung, Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu siang (23/4/2025). Di balik pelayat yang terus berdatangan, berdiri sosok ayah yang berusaha tegar, Ngadi, pria 54 tahun yang kehilangan anak laki-lakinya yang paling dibanggakan, Muhammad Nastain.

Nastain adalah seorang dosen muda Universitas Gadjah Mada (UGM), ditemukan meninggal dunia di indekosnya di Sleman, DIY, pada Senin (21/4/2025) dalam kondisi mengenaskan. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, terutama keluarganya yang mengenalnya sebagai pribadi cerdas, sederhana, dan penuh cita-cita.

Ngadi masih menyimpan rencana kecil yang kini terasa sangat besar yakni mengantarkan motor baru untuk anaknya di Yogyakarta.

“Rencana saya mau antarkan motornya ke Jogja, lalu motor lamanya saya bawa pulang, namun belum sempat,” katanya pelan, matanya sembab menahan tangis.

Sejak sekolah hingga menjadi dosen, Nastain setia mengandalkan motor Beat tua hadiah dari sang ayah. Tak pernah mengeluh, tak pernah meminta lebih. Bahkan ketika ditawari mobil oleh Ngadi, Nastain menolak dengan halus.

“Saya kasihan lihat dia naik motor tua, temannya sudah pada pakai mobil. Tapi dia tetap sabar,” ujarnya lirih.

Nastain bukan anak biasa. Lulusan S1 Biologi Universitas Diponegoro dan S2 Biologi UGM ini tengah bersiap mendaftar S3 di kampus yang sama. Ia mengajar sebagai dosen lepas, menapaki jalan sunyi menuju dunia akademik. Sejak kecil, dia lebih suka membaca buku ketimbang bermain.

“Kalau teman-temannya main bola, dia lebih milih baca buku. Bahkan buku atlas sampe lecek karena bolak-balik dibaca,” lanjutnya.

Ngadi bercerita tak ada firasat apapun. Saat Lebaran terakhir, mereka masih sempat berkumpul. Bahkan sehari sebelum kabar duka datang, Ngadi sempat berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng Jombang dan menyebut nama Nastain dalam doanya.

“Yang saya doakan hanya Nastain, Nastain dan Nastain seorang waktu itu,” katanya, menatap nanar ke arah motor baru yang tak pernah sampai ke Yogyakarta. Tak sempat dikendarai oleh pemiliknya.

Motor itu kini menjadi simbol cinta seorang ayah yang belum selesai, dan sebuah kehilangan yang tak terucap. (win)

BACA JUGA :

Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite hingga 18 persen di seluruh SPBU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur sekolah 22 Juni hingga 3 Juli 2026 untuk mengantisasi lonjakan konsumsi BBM akibat meningkatnya kunjungan wisatawan. Penambahan pasokan dilakukan di jalur utama dan kawasan wisata, disertai penguatan distribusi, pengaturan antrean, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Wisatawan Membeludak, Pertamina Siapkan Pertalite Ekstra untuk Jateng-DIY

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Pemerintah Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, meluncurkan inovasi digital SINERGI pada 21 Juni 2026 untuk meningkatkan transparansi, monitoring, dan evaluasi kinerja pemerintahan....
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000...
22 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14
22 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan Perairan Semarang–Demak terjadi pada Senin (22/6/2026) pukul 14.00 WIB dengan tinggi muka...
22 Juni 2026, Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi Terjadi
22 Juni 2026, Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi Terjadi
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 22 Juni 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Hasil observasi pukul 06.00 WIB mencatat kondisi...
Ribuan warga memadati Halaman Pemerintah Kota Salatiga pada 21 Juni 2026 dalam gelaran Dolan Solotigo 2026. Acara yang dibuka Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menghadirkan fun run, fun bike, zumba, biliar, dan bazar UMKM. Melalui kolaborasi berbagai komunitas, kegiatan ini digelar untuk memperkuat pariwisata berbasis pengalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan promosi Kota Salatiga sebagai destinasi wisata unggulan.
Ajang Dolan Solotigo! Ribuan Warga Lari, Gowes, dan Nikmati Serunya Wisata Kota
Ribuan warga memadati Halaman Pemerintah Kota Salatiga pada 21 Juni 2026 dalam gelaran Dolan Solotigo 2026. Acara yang dibuka Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menghadirkan fun run, fun bike, zumba,...
Muat Lebih

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026