KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kompak Mencuri Sepatu Ditempatnya Bekerja, 4 Karyawan Ini Terancam Menjadi Mantan

Kompak Mencuri Sepatu Ditempatnya Bekerja, 4 Karyawan Ini Terancam Menjadi Mantan

Kompak Mencuri Sepatu Ditempatnya Bekerja, 4 Karyawan Ini Terancam Menjadi Mantan

Empat buruh pabrik sepatu PT SCI (Selalu Cinta Indonesia, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Salatiga, setelah terindikasi menjadi komplotan pencuri sepatu di pabrik tempatnya bekerja.

Mereka kini telah ditetapkan tersangka dan dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Salatiga. Para tersangka sehari-hari bekerja sebagai teknisi mekanik di pabrik yang beralamatkan di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Kp Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana saat menggelar pres release di pendopo Mapolres setempat, Jumat (18/11/2022) mengatakan, keempat pelaku tersebut yakni NR (22) warga Bulung, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, SS (44) warga Kp Cengkok, Desa Sentu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tanggerang, MS (52) warga Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dan RS (34) warga Prigi Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.

“Dalam menjalankan aksinya para pelaku ini mempunyai peran masing masing,”kata Kapolres di dampingi Kasat Reskrim AKP Nanung Nugroho dan Kasi Humas IPTU Henri Widyoriani.

AKBP Indra menjelaskan, penangkapan ini bermula dari laporan pihak pabrik kemudian melakukan penyelidikan hingga mengarah kepada para tersangka.

“Modus operandi pelaku mengambil sepatu dari atas mesin conveyor (Mesin perakit sepatu) sebelum quality control (QC) tanpa seizin PT SCI. Kemudian sepatu sepatu tersebut dibawa keluar dari area PT SCI dengan cara disimpan atau disembunyikan didalam jok sepeda motor,”papar AKBP Indra.

Para pelaku, lanjut AKBP Indra, mencuri sebanyak 200 pasang sepatu merek Converse dan Nike. Satu pasangnya oleh pelaku dijual seharga Rp 500 ribu.

“Akibat hal ini pihak PT SCI menderita kerugian hingga Rp 400 juta rupiah,”tutur AKBP Indra.

AKBP Indra membeberkan, komplotan ini diotaki oleh SS. Ia berperan membeli sepatu hasil curian dari rekanya seharga Rp 220 ribu setiap pasangnya. Lalu setelah membeli, SS menyimpan dan menawarkan melalui media sosial.

“SS menawarkan promosi bahwa sepatu tidak dijual di Indonesia. Dan NR total mengambil sepatu sebanyak 17 pasang,”terang AKBP Indra.

Ia menerima uang Rp 4 juta 960 ribu dari hasil pencurian sepatu dan sepatu yang dicuri dilakukan secara acak, ada yang sebelah kiri semua, lalu pada kesempatan selanjutnya, mengambil yang bagian kanan.

Sedangkan untuk tersangka MS mencuri sepatu selanjutnya dimasukan ke kotak perkakas kerja, dan dibawa ke luar gedung.

“Sepatu yang berhasil dibawa keluar gedung, dimasukkan ke jok sepeda motor lalu diserahkan kepada SS. Untuk tersangka RS tugasnya juga sama,” kata Indra.

Sementara SS mengaku bahwa ia nekat melakukan pencurian karena gaji yang diterimanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya melakukan pencurian sejak September, kami berlangsung natural, jadi tidak ada yang saling mengajak. Semua butuh tambahan uang,”akunya.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px