URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, meminta pemerintah segera menormalisasi Sungai Panjang yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan sampah. Kondisi ini memicu banjir dan merendam lahan pertanian hingga lima hektare, menyebabkan gagal panen. Warga berharap perbaikan dilakukan sepanjang dua kilometer aliran sungai.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Luapan Sungai Panjang Ancam Permukiman dan Sawah di Bejalen Ambarawa

Luapan Sungai Panjang Ancam Permukiman dan Sawah di Bejalen Ambarawa

Luapan Sungai Panjang Ancam Permukiman dan Sawah di Bejalen Ambarawa

Sungai Panjang yang melintasi Desa Bejalen, Ambarawa sering meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Warga Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, meminta pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Panjang. Pendangkalan sungai yang semakin parah dikhawatirkan menimbulkan banjir saat musim hujan.

Sungai Panjang yang mengalir dari wilayah Bandungan menuju Danau Rawa Pening kini mengalami sedimentasi dan penumpukan sampah. Kondisi itu menyebabkan aliran air meluap hingga nyaris melewati talud pembatas saat hujan deras, seperti terjadi pada Jumat (7/11/2025) sore.

“Aliran dari atas sekarang tidak hanya membawa air, tapi juga lumpur dan sampah. Akibatnya sungai makin dangkal,” kata Sekretaris Desa Bejalen, Rina Fatkhiyati, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, luapan air kerap merendam permukiman di RT 7 serta lahan pertanian di sekitar muara Danau Rawa Pening. Sekitar lima hektare sawah terdampak dan menyebabkan puluhan petani merugi karena gagal panen.

“Dalam kondisi normal, satu hektare sawah bisa menghasilkan sekitar 10 ton gabah. Tapi tahun ini banyak yang gagal panen karena sawah terendam,” ujarnya.

Selain merusak lahan pertanian, luapan Sungai Panjang juga menggerus talud di beberapa titik. Tinggi talud yang semula sekitar empat meter kini berkurang menjadi sekitar dua meter akibat sedimentasi.

“Kalau tidak segera diperbaiki, air akan terus meluap. Normalisasi perlu dilakukan sepanjang dua kilometer, dari ujung utara hingga selatan desa,” tambah Rina.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan di daerah hulu agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

“Kalau di atas tidak dijaga, lumpur dan sampah tetap terbawa ke bawah, dan kami yang menanggung akibatnya,” ungkapnya. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta