URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga telah menyelesaikan penyediaan tanah untuk keperluan exit tol Pattimura (Tamansari) setelah 14 tahun perjuangan. Kini, kelanjutan proyek ini berada di tangan PT Trans Marga Jateng (TMJ). Sosialisasi rencana pembangunan exit tol diadakan di Joglo Kembar Jati Roso, milik anggota DPR RI M Fadloli di Kauman Kidul Salatiga, yang dihadiri oleh Penjabat Walikota Salatiga, Yasip Khasani.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menunggu 14 Tahun Salatiga Perjuangkan exit Tol Pattimura, Warga Berharap Cepat Terealisasi

Menunggu 14 Tahun Salatiga Perjuangkan exit Tol Pattimura, Warga Berharap Cepat Terealisasi

Menunggu 14 Tahun Salatiga Perjuangkan exit Tol Pattimura, Warga Berharap Cepat Terealisasi

Sosialisasi pembangunan exit Tol Jalan Pattimura Salatiga. ( Dok. Prokompim Salatiga )
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga selesai dalam penyediaan tanah untuk keperluan exit tol Pattimura (Tamansari) Salatiga.Bahkan Selama 14 tahun Pemkot Salatiga memperjuangkan demi terwujudnya exit tol dalam kota Salatiga ini.

Kini bola dan kelanjutan proyek exit tol kota ini sudah ditangan pihak PT Trans Marga Jateng (TMJ).

Rencana dimulainya pembangunan exit tol ini dilakukan sosialisasi di Joglo Kembar Jati Roso milik anggota DPR RI warga Salatiga, M Fadloli di Kauman Kidul Salatiga, belum lama ini.

Penjabat Walikota Salatiga, Yasip Khasani, menghadiri sosialisasi pembangunan exit tol dan menyampaikan paparan tentang progress pembangunan rump on/off exit dan turn exit tol Tamansari tersebut.

Dari rilis Prokompim Pemkot Salatiga Yasip dalam paparannya menyampaikan bahwa rencana tahapan pembangunan exit tol Pattimura (Tamansari Salatiga) dimulai sejak tahun 2010 atau 14 tahun lalu, membutuhkan tanah seluas 2.723 meter persegi.

Ada 2 tahapan pembangunan yaitu tahap pertama pembangunan rump on/off exit tol tamansari dan tahap kedua pembangunan turn exit tol Tamansari.

Sedangkan pengadaan tanah seluas 629m2 milik aset Kabupaten Semarang diadakan dengan cara tukar menukar tanah dengan Pemerintah Kabupaten Semarang yang rencananya selesai pada tahun 2024 ini.

Untuk memenuhi pengadaan lahan, pada tanggal 07 Februari 2024 pemerintah Kota Salatiga mengajukan permohonan pergeseran rekening belanja tahun 2024 dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000.

Selanjutnya untuk tahun 2025, alokasi anggaran sebesar Rp. 43.000.000.000 dan tahun 2026 senilai Rp. 17.500.000.000.

“Tugas kami Pemerintah Kota Salatiga sudah sampai di situ, tinggal kami menunggu tindak lanjut dan sebagainya dan sudah masuk di perencanaan kami di tahun 2024, 2025 dan 2026 dan akan di kawal langsung oleh Ketua DPRD dan Walikota Definitif Salatiga,” kata Yasip.

Salah seorang warga Pabelan, Hendratmiko(50) mengaku senang jika pembangunan exit tol segera terealisasi, selama ini dirinya laju dari Pabelan ke Semarang dengan menggunakan fasilitas jalan tol, “saya senang jika exit segera dibangun, selama ini jika akan menggunakan jalan tol harus mutar ke salatiga dulu atau tembus wilayah Tuntang untuk sampai ke Tol”. ujar pria yang bekerja di Tanah Mas Semarang ini.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara