URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Calon Kepala Desa Popongan Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang, Muh Heri Purnomo SE, menyatakan siap memimpin desanya dengan niatan tulus dan ikhlas. Hal tersebut diungkapkan kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Muh Heri Purnomo SE Siap Memimpin Warga, Demi Kemajuan Desa Popongan Yang Lebih Baik

Muh Heri Purnomo SE Siap Memimpin Warga, Demi Kemajuan Desa Popongan Yang Lebih Baik

Muh Heri Purnomo SE Siap Memimpin Warga, Demi Kemajuan Desa Popongan Yang Lebih Baik

featured-img

Calon Kepala Desa Popongan Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang, Muh Heri Purnomo SE, menyatakan siap memimpin desanya dengan niatan tulus dan ikhlas. Hal tersebut diungkapkan kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Menurutnya kesanggupan maju menjadi calon Kepala Desa Popongan karena keinginan warga yang berharap desanya bisa lebih baik lagi dan sejahtera di bawah kepemimpinannya.

Jika memang ditakdirkan terpilih menjadi kepala desa, ia akan menjalankan amanah tersebut sesuai visi-misi dan aspirasi masyarakat.

“Alhamdulillah tadinya saya tidak ada niat untuk menjadi kades. Namun setelah masyarakat dusun Popongan terutama yang menginginkan saya untuk naik, makanya saya bertekat untuk maju,”kata Muh Heri Purnomo, SE.

Ketika disinggung soal visi misi, Heri mengungkapkan bahwa dirinya akan membangun tata kelola desa Popongan lebih baik dan bersih guna mewujudkan desa yang makmur bermartabat dan maju.

“Progam kedepan yakni menciptakan pemerintah desa yang tanggap terhadap aspirasi rakyat. Dan yang kedua berkoordinasi dengan semua unsur kelembagaan desa guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambah pemilik usaha pengiriman barang ini.

Lebih lanjut Heri menjelaskan, nantinya ia akan mendata ulang penerima bantuan agar tepat sasaran. Karena selama ini bantuan bantuan yang diberikan belum tepat sasaran.

“Selama ini bantuan bantuan yang diberikan boleh dikatakan belum tepat sasaran. Karena yang seharusnya dapat bantuan, justru tidak dapat,”jelasnya.

Heri menambahkan, berikutnya ia akan melakukan pemerataan pembangunan fisik agar tidak terjadi kesenjangan sosial dan ini terjadi di dusun kami dusun Popongan.

“Di dusun Popongan Desa Popongan terjadi kesenjangan bangunan, seperti jalan masih jelek. Makanya itu yang kami prioritaskan,”tambahnya.

Selanjutnya, peningkatkan pertumbuhan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada yakni sumber daya manusia, sumber daya alam juga program kedepannya, akan dikelola dengan baik. Sehingga akan memunculkan ekonomi makro yang bisa menjadi kekuatan ekonomi desa.

“Kita juga akan menciptakan kultur masyarakat desa yang agamis. Dengan bukti adanya Pondok Pesantren tertua yaitu di Poncol namanya sekarang Al Itihad, pondok terbesar yang ada dilingkungan situ,”tutur Heri.

Calon kades Popongam Bringin, Heri saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan