URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut kembali mencuat dalam bursa Pilgub DKI Jakarta mendatang, pasca pertemuannya dengan rombongan Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta di Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pengamat Tak Kaget Hendi Terus Dikaitkan Dengan Sejumlah Posisi Penting

Pengamat Tak Kaget Hendi Terus Dikaitkan Dengan Sejumlah Posisi Penting

Pengamat Tak Kaget Hendi Terus Dikaitkan Dengan Sejumlah Posisi Penting

featured-img

Meski akhir periode jabatannya masih terbilang lama, namun nama Hendrar Prihadi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Semarang sudah terus dikaitkan pada sejumlah posisi penting. Terbaru, nama Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut kembali mencuat dalam bursa Pilgub DKI Jakarta mendatang, pasca pertemuannya dengan rombongan Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta di Kota Semarang. Melihat hal tersebut, sejumlah pengamat politik pun menyatakan tidak kaget dengan berbagai kabar yang berkembang.

Salah satunya, Dr. Muhammad Junaidi, yang menilai karena Hendi memang memiliki kompetensi yang tak banyak dimiliki oleh kepala daerah di Indonesia. “Kalau saya sebagai ahli politik kok tidak kaget, karena beliau memang memiliki suatu bentuk kompetensi yang tidak dimiliki kepala daerah dalam melakukan pembangunan,” ujar Wakil Rektor III Universitas Semarang tersebut. “Sehingga kemudian menjadi wajar ketika potensi tersebut coba ditangkap oleh banyak pihak, termasuk Fraksi PDIP DKI Jakarta,” imbuhnya.

Namun secara spesifik, Junaidi menilai bahwa Hendi adalah sosok dengan gaya komunikasi yang menarik, sehingga bisa dekat dengan berbagai unsur dan lapisan. “Saya melihat mas Hendi ini kan memiliki gaya komunikasi tersendiri yang baik. Saya kira beliau selalu mampu memiliki langkah cerdas, termasuk kemudian bagaimana Fraksi PDIP DKI Jakarta bisa datang ke Kota Semarang untuk bertemu dengan mas Hendi,” terang Junaidi.

Di sisi lain, terlepas dari potensi kemungkinan Hendi dimajukan dalam sejumlah posisi, Junaidi mengatakan bahwa dengan berbagai pemberitaan yang berkembang, masyarakat Kota Semarang seharusnya bangga. Pasalnya Hendi merupakan tokoh asli Kota Semarang, yang lahir, besar, dan bahkan merintis karirnya dari bawah di kota lunpia, hingga kini akhirnya terus mendapat sorotan di tingkat nasional.

“Saya rasa masyarakat Kota Semarang ini perlu bersyukur, karena pemimpinnya hari ini ada yang lahir menjadi sorotan publik nasional. Kalau kemudian mas Hendi berhasil ada di posisi lain yang lebih tinggi, tentu saja gagasannya yang dibawa adalah gagasannya yang berasal dari Semarang,” pungkas Junaidi. “Artinya kemanfaatan mas Hendi juga bisa dimanfaatkan juga di daerah lain, bukan hanya di Kota Semarang, tapi juga misal di Jakarta,” tambahnya.

Sementara itu, seperti yang sudah diberitakan, Hendi sendiri tetap tak bergeming meski dirinya terus pada sejumlah posisi, termasuk pencalonan Pilgub DKI Jakarta. Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang tersebut berkali-kali menyebutkan tak punya niatan melakukan manuver politik di luar yang diperintahkan pimpinan partainya, terutama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Saya sudah sampaikan, kalau cara saya berpolitik tidak seperti itu. Hari ini saya fokus pada tugas saya di Kota Semarang,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon