URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga kedelai yang kembali naik menjadi kekhawatiran para perajin tahu dan tempe di Jawa Tengah. Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro, menyampaikan keresahan ini saat ditemui di sentra UMKM binaan Kopti Salatiga pada Senin, 14 April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perajin Tahu Tempe di Salatiga Rasakan Dampak Kenaikan Kedelai Imbas Kebijakan Dagang Amerika

Perajin Tahu Tempe di Salatiga Rasakan Dampak Kenaikan Kedelai Imbas Kebijakan Dagang Amerika

Perajin Tahu Tempe di Salatiga Rasakan Dampak Kenaikan Kedelai Imbas Kebijakan Dagang Amerika

Salah seorang perajin tempe di Salatiga
featured-img

‎RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kebijakan pemerintah Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump terkait perdagangan ekspor impor membuat perajin tahu dan tempe mulai khawatir. Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro. Dia menyebut, harga bahan baku kedelai saat ini kembali merangkak naik.

‎”Kalau Minggu yang lalu Rp 8.500 sekarang sudah diangka Rp 9.700. Ada kenaikan sekitar Rp 1.200 sekarang. Kenaikan itu karena dampak dari adanya kebijakan tarif dari pemerintah Amerika Serikat,” kata Sutrisno saat ditemui wartawan di sentra UMKM binaan Kopti Salatiga, Senin (14/4/2025).

‎Diakuinya, adanya kebijakan tarif impor Amerika Serikat tersebut juga diperparah dengan adanya pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sempat mencapai Rp 17.000. Menurutnya, dengan adanya kebijakan tersebut akan menyebabkan kenaikan harga kedelai secara terus menerus.

‎”Diperkirakan ke depan akan naik terus. Dampaknya perajin akan mengalami kesulitan pembelian kedelai,” kata Sutrisno.

‎Pihaknya mengaku, telah mengirimkan surat kepada pemerintah Jateng dan juga wilayah Kabupaten maupun kota melalui Kopti di masing-masing daerah. Harapannya pemerintah bisa turun tangan membantu kesulitan para perajin tahu tempe.

‎”Kita harapkan pemerintah di kabupaten kota di Jawa Tengah ini juga ikut peduli. Harapannya harga kedelai bisa kembali normal yakni diangka Rp 8.000-an,” terang Sutrisno.

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga