URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, para narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang membentuk tim paduan suara narapidana untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Kegiatan itu dilakukan pada saat Upacara Bendera, Rabu (10/11/2021).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati Hari Pahlawan, Ini Yang Dilakukan Napi Lapas Semarang

Peringati Hari Pahlawan, Ini Yang Dilakukan Napi Lapas Semarang

Peringati Hari Pahlawan, Ini Yang Dilakukan Napi Lapas Semarang

featured-img

SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, para narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang membentuk tim paduan suara narapidana untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Kegiatan itu dilakukan pada saat Upacara Bendera, Rabu (10/11/2021).

Kalapas Semarang, Supriyanto memimpin langsung upacara yang diadakan di lapangan Upacara Lapas Semarang dengan dihadiri oleh seluruh pegawai dan perwakilan narapidana pada setiap blok hunian.

Supriyanto mengatakan, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh tim paduan suara napi untuk mengingatkan semangat perjuangan pahlawan bangsa dalam mempertaruhkan nyawa untuk mengusir para penjajah.

“Semangat, tekad, dan keyakinan pahlawan harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan kita semua untuk mengemban misi bersejarah mengalahkan musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas,” ujarnya.

Disisi lain, Supriyanto memaknai hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dalam tumpah darah untuk mengusir para penjajah.

Ia menambahkan, sudah sepatutnya sebagai generasi muda wajib menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif demi kemajuan bangsa serta prilaku baik dimanapun berada termasuk di Lapas. Para pegawai hendaknya menjadi pahlawan masa kini dengan melakukan pembinaan secara maksimal agar tercipta tenaga terampil.

“Sebagai pegawai hendaknya bisa memberikan kontribusi yang positif bagi narapidana, berikan ilmu kerohanian, kesadaran berbangsa bernegara, asah keterampilan dan bakat-bakat mereka sehingga mereka kelak bebas dapat memiliki keahlian dan menjadi pahlawan masa kini pembina napi,” bebernya.

Tak lupa Supriyanto juga mengingatkan kepada jajarannya untuk bisa bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan menjalankan kewajiban dengan baik.

“Kita sebagai pegawai wajib pula bekerja untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, bekerja secara profesional, jangan sampai jadi duri didalam instansi, tidak memajukan tetapi malah menghacurkan,” ucapnya.

Disisi lain, Kalapas berharap kepada para narapidana untuk menjadikan hari pahlawan ini sebagai momentum dalam memperbaiki diri.

“Jadilah pahlawan bagi diri kalian sendiri, berubahlah untuk menjadi yang lebih baik. Pahlawan masa kini itu yang bisa berkarya untuk bekal bebas nanti,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara