URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Semarang Business Matching 2026 yang digelar di Hotel MG Setos Semarang pada Rabu (24/6/2026) mempertemukan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah untuk membangun kerja sama bisnis. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat jaringan usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertemukan Seller dan Buyer, Business Matching Dorong Wisata Jateng Melesat

Pertemukan Seller dan Buyer, Business Matching Dorong Wisata Jateng Melesat

Pertemukan Seller dan Buyer, Business Matching Dorong Wisata Jateng Melesat

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berbicara pada Semarang Business Matching 2026 di Hotel MG Setos Semarang, Rabu (24/6/2026)
featured-img

SEMARANG – Semarang Business Matching 2026 menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang digelar di Hotel MG Setos Semarang, Rabu (24/6/2026), diharapkan mampu memperkuat jejaring bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena mampu mempertemukan penjual (seller) dan pembeli (buyer) dalam satu forum bisnis yang produktif.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

“Upaya meningkatkan konsumsi salah satunya dengan mendatangkan lebih banyak orang ke Jawa Tengah. Ketika mereka datang, mereka akan menginap, makan, berbelanja, dan menggunakan berbagai layanan yang tersedia,” ujar Sumarno.

Ia menambahkan, banyak negara yang berhasil menggerakkan perekonomiannya melalui sektor pariwisata. Salah satunya Dubai yang kini menjadi destinasi wisata dunia, meskipun dahulu dikenal sebagai wilayah yang gersang. Selain itu, Seychelles, negara kecil di Afrika, juga mampu menopang sekitar 70 persen perekonomiannya dari sektor pariwisata.

Karena itu, menurut Sumarno, penguatan jaringan antar pelaku usaha dan penyusunan paket wisata yang menarik menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilakukan. Terlebih, Jawa Tengah memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah hingga wisata buatan.

“Kami berharap forum ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan pariwisata di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, Project Director Semarang Business Matching 2026, Sri Astuti, menjelaskan Kota Semarang menjadi kota keempat penyelenggaraan kegiatan tersebut pada tahun ini setelah Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.

Setelah Semarang, agenda serupa akan dilanjutkan di Bali, Makassar, Bangkok, dan Jakarta.

“Semarang menjadi kota keempat dari total delapan kota yang kami kunjungi sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Sri Astuti menjelaskan, kegiatan ini telah digelar sejak 2024 dengan nama Info Wisata Table Talk. Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 18 kota di Indonesia mengirimkan perwakilan seller yang terdiri atas hotel, event organizer, konsultan, hingga pelaku usaha wisata.

Sedangkan buyer berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY, mulai dari Pantura Timur, Pantura Barat, Semarang Raya hingga Yogyakarta.

Melalui pertemuan langsung antara seller dan buyer tersebut, diharapkan terbuka lebih banyak peluang kerja sama yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan ekonomi daerah, khususnya di Jawa Tengah.

BACA JUGA :

Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga