URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, mengumumkan rencananya untuk mengganti kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga yang berusia di atas 15 tahun dengan sistem sewa. Setelah melakukan evaluasi tahap pertama, Yasip Khasani menyatakan bahwa kendaraan dinas usia di atas 15 tahun atau bahkan 10 tahun ke atas yang masih banyak digunakan dan rusak akan menjadi fokus penggantian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pj Walikota Salatiga, Akan Ganti Kendaraan Dinas Tua dengan Sistem Sewa

Pj Walikota Salatiga, Akan Ganti Kendaraan Dinas Tua dengan Sistem Sewa

Pj Walikota Salatiga, Akan Ganti Kendaraan Dinas Tua dengan Sistem Sewa

Foto dok IST
Sejumlah kendaraan dinas pemkot
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani berencana akan mengganti kendaraan dinas dilingkungan Pemkot Salatiga, yang berusia tua atau diatas 15 tahun dengan sistem sewa.

“Evaluasi tahap pertama, mungkin bagi kendaraan dinas usia diatas 15 tahun. Kemudian kalau itu memang masih banyak dibawa itu rusak, ada juga 10 tahun ke atas,” kata Yasip Khasani usai melakukan pengecekan kendaraan dinas di Kecamatan Sidomukti, Salatiga, belum lama ini.

Terkait penerapan menggunakan sistem sewa, ia memiliki beberapa alasan khusus.

Yang pertama, kebutuhan sarana transportasi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tusi kewilayahan, tetapi memerlukan biaya sangat besar untuk pengadaannya.

“Selain itu, kondisi kendaraan dinas Pemkot Kota salatiga yang sebagian besar berumur di atas 5 tahun dan tidak layak operasional,” ungkap Yasip.

Beban biaya pemeliharaan aset kendaraan bermotor semakin tinggi ketika usia kendaraan semakin tua, juga menjadi alasan penerapan sistem sewa.

Dengan menggunakan sistem sewa pula, secara otomatis sudah termasuk pemeliharaan. “Sehingga kita tidak dipusingkan lagi dengan pemeliharaan. Semua risiko operasional yang harus ditanggung Pemkot maupun ASN pemegang aset ketika aset kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah maupun hilang,” terang Yasip.

Alasan lain mengapa menggunakan sistem sewa, karena tidak menjadi aset nantinya. Sehingga faktor risiko seperti kehilangan, kerusakan tidak ada.

Dengan mengalihkan pengadaan sarana kendaraan dari biaya modal menjadi biaya operasional, yaitu dengan sistem sewa selama waktu tertentu.

“Harapannya dengan siatem ini, akan tersedia kendaraan operasional yang prima dan bebas risiko serta bebas biaya pemeliharaan,” tandasnya.

Tentunya dengan skema baru ini pertimbangan utama adalah kemampuan keuangan Pemkot Salatiga yang tidak cukup untuk membeli baru.

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan konsep aglomerasi wisata lintas daerah untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan dalam satu paket perjalanan terintegrasi. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana tersebut pada Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), guna memperluas dampak ekonomi pariwisata melalui konektivitas destinasi, penguatan infrastruktur, pengembangan 1.000 desa wisata, serta dukungan platform digital terpadu.
Liburan Sekali Jalan, Destinasi Banyak! Jateng Siapkan Paket Wisata Lintas Daerah untuk Dongkrak Ekonomi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah melalui program Sekolah Ramah Anak, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta pelatihan bagi pelajar bersama Polda Jateng. Dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik bullying dan mendorong pelaporan serta pendampingan korban secara berkelanjutan.
Ini Upaya Gubernur Ahmad Luthfi Menuju Zero Bullying di Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak mencari solusi bagi masyarakat pesisir yang terdampak rob dengan menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan budidaya nila salin di lahan terdampak rob agar tetap produktif dan mampu menjaga sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Lahan Terendam Rob, Ahmad Luthfi Langsung Telepon Menteri KKP: Minta Nila Salin untuk Selamatkan Ekonomi Warga
Kalau Ada Pungutan, Laporkan! Pesan Tegas Luthfi untuk Nelayan Jateng
"Kalau Ada Pungutan, Laporkan!" Pesan Tegas Luthfi untuk Nelayan Jateng
SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi- 2
SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan