[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Popda Jateng 2022 Dimulai, Ganjar: Semoga Atlet Pencatat Rekor Dunia Muncul Dari Sini

Popda Jateng 2022 Dimulai, Ganjar: Semoga Atlet Pencatat Rekor Dunia Muncul Dari Sini

Popda Jateng 2022 Dimulai, Ganjar: Semoga Atlet Pencatat Rekor Dunia Muncul Dari Sini

Gubernur Ganjar Pranowo saat sambutan pada pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2022, Selasa (12/7).

SEMARANG – Kiromal Katibin, atlet panjat tebing Indonesia asal Batang menjadi satu contoh yang disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat sambutan pada pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2022, Selasa (12/7).

“Betapa senangnya saya ketika kemarin melihat mendengar videonya dari temenmu, namanya Kiromal dari Batang. Kemarin menjadi juara dunia panjat tebing yang sangat cepat sekali,” ucap Ganjar mengawali sambutannya.

Ganjar mengatakan, para atlet yang akan berkompetisi di Popda Jateng 2022 telah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Proses panjang dilewati, tawa hingga tangis mengiringi.

“Kita semua akan melihat bagaimana para pelajar menunjukkan prestasinya, kemampuannya, sportivitasnya,” katanya.

Pada Popda Jateng 2022 ini, Ganjar berharap para atlet maksimal menunjukkan prestasi dan kemampuannya. Sehingga bisa mengharumkan tak hanya diri sendiri, tapi juga sekolah, daerah, provinsi bahkan Indonesia.

“Saya berharap betul di antara yang hadir hari ini kelak akan memecahkan rekor-rekor. Kelak akan tumbuh menjadi atlet level provinsi, nasional dan berkiprah di dunia,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, mental juara itu harus dipelihara dan disiapkan untuk para atlet pelajar menjadi anak-anak hebat yang membanggakan Indonesia.

“Dan akan mengibarkan sang saka Merah Putih di langit penjuru dunia. Itu adalah kebanggaan kita semuanya,” tegas Ganjar.

Ditemui usai acara, Ganjar menegaskan harapannya pada ajang Popda Jateng 2022 akan melahirkan bibit atlet unggul yang membanggakan bagi Indonesia di level internasional.

“Event ini menjadi ladang berlatih, berjuang dan menguji diri, sehingga kalau nanti mereka bertanding dia akan tahu persis bagaimana mengatasi kekurangan-kekurangan itu,” ujarnya.

Pemprov, kata Ganjar, terus mendukung pendampingan para atlet dengan beragam upaya. Selain ajang kompetisi popda, ada Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) untuk membina atlet pelajar berpotensi.

“Dengan cara itu kita bisa melihat atau melakukan talent scouting, dari apa-apa yng dimiliki bakat anak kita. Ya itulah proses pendampingannya kita siapkan nanti mereka bisa terus saja untuk bisa bertanding di banyak event,” tandasnya.

Sebagai informasi, Popda Jateng 2022 akan berlangsung mulai 12 Juli hingga 19 Juli. Pelaksanaannya dibagi dua tahap karena masih suasana pandemi. Total 27 Cabang Olahraga (Cabor) resmi dan lima cabor eksebisi.

Sebanyak 3.333 atlet pelajar se Jawa Tengah turut serta. Mereka akan memperebutkan 195 emas, 195 perak dan 311 perunggu. Selain di Kota Semarang, nantinya ada beberapa cabang olahraga yang digelar di Kabupaten Pati.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px