KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Regenerasi Sektor Pertanian, Pemkab Semarang Luncurkan Sekolah Tani Milenial

Regenerasi Sektor Pertanian, Pemkab Semarang Luncurkan Sekolah Tani Milenial

Regenerasi Sektor Pertanian, Pemkab Semarang Luncurkan Sekolah Tani Milenial

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memanen tomat cherry di agroeduwisata P4S Citra Muda Kopeng, Senin (16/9/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sumber daya manusia (SDM) yang berkecimpung di sektor pertanian di Kabupaten Semarang didominasi oleh usia di atas 45 tahun, bahkan prosentasenya mencapai 77 persen. Hal itu jika dibiarkan jangka panjang, maka bisa mengancam keberlangsungan SDM pertanian.

Sebagai langkah regenerasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mendorong para kaum muda untuk kembali ke sektor pertanian. Salah satunya adalah dengan mencanangkan program sekolah tani milenial.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno menjelaskan, hasil sensus pertanian dari tahun 2013 hingga 2023 terjadi penurunan SDM pertanian sebanyak 10 persen. Artinya, ancaman ‘no farm, no food, no life’ bisa terjadi.

“Sehingga sekolah tani milenial ini diharapkan mampu membangkitkan gairah dan semangat anak-anak muda untuk bertani,” jelasnya di sela acara launching Sekolah Tani Milenial di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) Citra Muda, Dusun Sidomukti, Kopeng, Kabupaten Semarang, Senin (16/9/2024).

Edy menuturkan, Sekolah Tani Milenial kali ini melibatkan 540 petani muda. Digelar selama 2 hari dengan 12 sesi pelatihan. Program ini merupakan wadah bagi para kaum muda untuk belajar mengembangkan pertanian. Termasuk metode pertanian organik yang terbukti bisa meningkatkan hasil.

“Insyaallah akan menjadi program tahunan. Nanti akan kita ajarkan soft skill kewirausaahan, ekonomi digital, hingga modernisasi pertanian,” paparnya.

Ketua P4S Citra Muda, Sofyan Adi Cahyono mengatakan, Kabupaten Semarang memiliki potensi pertanian yang cukup besar meliputi dataran tinggi, persawahan, perikanan dan peternakan. Dengan potensi ini pihaknya ingin mendorong semangat bertani bagi para pemuda.

“Tahun ini kita dorong dan fasilitasi anak-anak muda tentang bagaimana berbisnis di sektor pertanian,” kata dia.

Pelatihan ini, lanjutnya, akan dibagi beberapa klaster yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, biofarmaka, perkebunan, peternakan, dan sebagainya. Sehingga Kabupaten Semarang Berdikari bisa terwujud melalui petani milenial.

“Dari klastering itu akan muncul petani milenial yang ahli di bidang masing-masing. Bahkan teman-teman muda ada yang mengemasnya menjadi agrowisata,” sambungnya.

Sementara Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mewanti-wanti agar Dispertanikap melakukan pendampingan bagi petani milenial setelah diberikan pelatihan.

“Setelah dilatih, praktek langsung, jangan dilepa. Dispertanikap lakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian. Kita akan bantu APBD agar lebih maksimal,” ujarnya.

Ngesti berharap, program Sekolah Tani Milenial ini mampu meningkatkan produksi pertanian. “Kita juga berupaya sosialisasi bagaimana bisa kerja sama antar BUMDes untuk saling mengisi dan melengkapi. Misal BUMDes mana penghasil beras kerja sama dengan penghasil sayuran, dan sebagainya,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

ganjil genap
Menimbang Akhir Era Ganjil-Genap Jakarta
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
[pekok2]