URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SDN Rembes 01, sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Semarang, mengalami kekurangan pasokan air bersih untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehari-hari. Sumur satu-satunya di sekolah tersebut mulai kering, sehingga pihak sekolah meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Semarang untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sumur Mulai Kering, SDN 1 Rembes Andalkan Bantuan Air Bersih BPBD

Sumur Mulai Kering, SDN 1 Rembes Andalkan Bantuan Air Bersih BPBD

Sumur Mulai Kering, SDN 1 Rembes Andalkan Bantuan Air Bersih BPBD

Petugas BPBD Kabupaten Semarang sedang menampung air bersih yang diberikan kepada SDN Rembes 01, Kecamatan Bringin, belum lama ini.

(Foto/IST)

Petugas BPBD Kabupaten Semarang sedang menampung air bersih yang diberikan kepada SDN Rembes 01, Kecamatan Bringin, belum lama ini.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rembes 01, yang terletak di Dusun Watugimbal, Desa Rembes, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang mengandalkan bantuan air bersih untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehari-hari. Pasalnya, sumur yang menjadi sumber air bersih satu-satunya di lembaga pendidikan tersebut mulai kering.

Kepala SDN Rembes 01, Titin Yudhiati menjelaskan kondisi tersebut sudah berlangsung selama satu minggu terakhir. Sehingga pihaknya meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang guna dilakukan droping air bersih.

“Beberapa waktu lalu masih turun hujan sehingga masih ada air di sumur. Minggu kemarin, penjaga sekolah laporan kalau airnya tinggal sedikit sehingga tidak mencukupi,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (9/6/2023).

Diakui Titin, lokasi sekolahnya memang paling terdampak jika musim kemarau tiba dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Sebab, posisi sekolah lebih tinggi sehingga sumber air tidak dapat menjangkaunya.

“Dusun Watugimbal rata-rata posisinya lebih rendah dari SD, sehingga warga tinggal menambah kedalaman sumur. Kalau di kami belum ada dananya, sehingga belum bisa berbuat banyak,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, para siswa yang biasanya memanfaatkan air bersih untuk keperluan wudu terpaksa harus bersuci dari rumah masing-masing. Pun demikian para guru harus menunaikan ibadah sepulang dari sekolah.

“Anak-anak biasanya salat dhuha jamaah di sekolah, maka kami sarankan wudunya dari rumah. Sementara bapak ibu guru, salat zuhurnya sepulang sekolah di rumah masing-masing,” terangnya.

Meski demikian, kondisi ini diakuinya lebih baik daripada musim kemarau tahun 2022 lalu. Dimana para siswa terpaksa harus membawa satu liter air bersih dari rumah masing-masing untuk keperluan di sekolah.

“Tahun kemarin memang kami belum tahu harus minta bantuan (air bersih) ke mana. Kalau tahun ini kami sudah siap dan baru seminggu, belum terlalu parah,” katanya.

Titin menambahkan, permasalah tersebut sudah mendapatkan perhatian dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Rembes. Salah satu solusi yang diambil adalah dengan membangun embung yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber air.

“Kemarin Bu Kades bersama konsultan sudah mengecek lokasi ke SD kami, kira-kira bisa atau tidak jika dibuat saluran air dari embung. Mudah-mudahan bisa segera realisasi sehingga krisis air tidak terjadi lagi,” harapnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Juwair Suntara mengungkapkan pihaknya telah memberikan bantuan air bersih ke SDN Rembes 01.

“Sudah kita kirim 1 tangki kapasitas 5.000 liter, kira-kira 3 hari yang lalu,” urainya.

Dijelaskan Juwair, selain mengirimkan bantuan air bersih pihaknya juga memberikan hibah berupa tandon air kapasitas 3.000 liter untuk sekolah tersebut sebagai fasilitas penunjang.

“Awalnya memang kami pinjamkan, tapi akhirnya kami hibahkan. Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan, tidak bingung,” paparnya.

Ditambahkan Juwair, selain Kecamatan Bringin beberapa wilayah lain yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini adalah Kecamatan Bancak, Suruh, Tengaran, Kaliwungu, Jambu, Getasan, Susukan, Bawen, dan Ungaran Timur.

“Beberapa langkah yang kami lakukan adalah menyiagakan 4 armada mobil tangki, mengalokasikan dana penanggulangan bencana kekeringan serta menyiagakan Satgas BPBD selama 24 jam,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Ribuan jamaah thariqah dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ulama, habaib, dan tokoh pemerintahan ini digelar untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen kebangsaan melalui zikir, tausiyah, baiat kubro, dan pemberdayaan umat.
Habib Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga NKRI dalam Silatnas Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini
Kelurahan Blotongan dan Kauman Kidul di Salatiga terus mengembangkan potensi wilayah melalui wisata kuliner, religi, dan agrowisata berbasis digital. Lurah Blotongan Chomsatun memperkenalkan inovasi layanan daring serta aplikasi Sate Blotongan, sementara Lurah Kauman Kidul Nur Ichwan mendorong pengembangan Agrowisata Sitalang dan River Tubing saat menerima kunjungan kerja Wali Kota Robby Hernawan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
Blotongan Salatiga Kampung Kuliner Sate Kambing, Terus Kembangkan Pelayanan Berbasis Digital

INFOGRAFIS

TERKINI

Ratusan warga memadati operasi pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan di kawasan Kridanggo, Salatiga, Senin (15/6/2026), untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Sebanyak 500 kilogram beras dari Bulog habis terjual dalam 20 menit, sementara panitia membatasi pembelian setiap item agar distribusi merata dan membantu menekan kenaikan harga pangan.
Ratusan Warga Salatiga Serbu Operasi Pasar di Kawasan Kridanggo
Ratusan warga memadati operasi pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan di kawasan Kridanggo, Salatiga, Senin (15/6/2026), untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Sebanyak...
Menyoal Subsidi BBM Saatnya Alihkan ke Transportasi Publik
Menyoal Subsidi BBM: Saatnya Alihkan ke Transportasi Publik
Akademisi Djoko Setijowarno menilai subsidi BBM dalam APBN masih belum tepat sasaran karena mayoritas dinikmati pemilik kendaraan pribadi. Dalam kajiannya, Djoko mendorong pemerintah mempercepat pembangunan...
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Sebanyak 24 knalpot brong hasil razia Polres Salatiga akan dijadikan monumen edukasi di SMKN 3 Salatiga untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Peluncuran program...
295 Pesepakbola dari Jawa Tengah ikuti Seleksi Soekarno Cup 2026
295 Pesepakbola dari Jawa Tengah ikuti Seleksi Soekarno Cup 2026
Sebanyak 295 pesepakbola muda dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti seleksi tim U-17 Soekarno Cup 2026 di Stadion Kridanggo, Salatiga, Sabtu (13/6/2026). Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Dolfie...
15 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–11
15 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–11.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 07.00–11.00 WIB dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved