URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan warga Desa Rowoboni, Banyubiru, Kabupaten Semarang, berbondong-bondong menuju sumber air Muncul menjelang bulan suci Ramadan untuk mencuci karpet dan sajadah. Tradisi ini, termasuk santri seperti Muhammad Zaidi, yang menjelaskan bahwa membersihkan piranti salat ini merupakan bagian dari tradisi menjelang bulan puasa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tradisi Cuci Karpet dan Sajadah Jelang Ramadan di Aliran Sumber Air Muncul Banyubiru

Tradisi Cuci Karpet dan Sajadah Jelang Ramadan di Aliran Sumber Air Muncul Banyubiru

Tradisi Cuci Karpet dan Sajadah Jelang Ramadan di Aliran Sumber Air Muncul Banyubiru

Aktivitas masyarakat mencuci karpet dan sajadah di aliran sumber air Muncul, Desa Rowoboni, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (4/3/2024). Foto: win
Aktivitas masyarakat mencuci karpet dan sajadah di aliran sumber air Muncul, Desa Rowoboni, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (4/3/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | BANYUBIRU – Beragam kebiasaan atau tradisi dilakukan kaum muslim menjelang bulan suci Ramadan. Ada yang membersihkan badan atau ‘padusan’, ada pula yang mencuci karpet dan sajadah masjid.

Seperti yang terlihat di sumber air Muncul, Desa Rowoboni, Banyubiru, Kabupaten Semarang. Ratusan warga berbondong-bondong datang ke sana sambil membawa gulungan karpet dan sajadah untuk dicuci.

Salah satunya adalah Muhammad Zaidi, seorang santri sebuah pondok pesantren di daerah Desa Rowosari, Banyubiru. Ia bersama santri yang lain datang untuk membersihkan piranti salat itu di aliran sumber air Muncul.

“Ini sudah jadi tradisi kami, terutama menjelang bulan puasa. Kebetulan kemarin habis majelisan di pondok, sehingga karpet dan sajadah yang dicuci cukup banyak,” kata Zaidi.

Ia sengaja memilih sumber air Muncul untuk mencuci karpet dan sajadah karena memiliki air yang jernih. Selain itu alirannya juga baik dan tempatnya luas sehingga gampang untuk mencuci karpet atau sajadah yang berukuran cukup besar.

“Bayar tiket masuk Rp3.000. Kalau untuk nyuci karpet dan sajadah mau berapapun gratis,” ujarnya.

Sementara Tukinah pengelola sumber air Muncul menjelaskan, menjelang bulan suci Ramadan tingkat kunjungan mengalami peningkatan. Tak hanya untuk berwisata, pengunjung banyak yang memanfaatkan untuk ‘padusan’ dan mencuci sajadah masjid dan musala.

“Rutin setiap tahun seperti ini kalau mau puasa, banyak yang nyuci sajadah di sini buat persiapan tarawih,” bebernya.

Tukinah mengaku kondisi ramai seperti ini sudah berlangsung selama dua hari. Pengunjung tak hanya berasal dari Banyubiru saja, melainkan ada yang datang dari Ambarawa, Tuntang, Kopeng, bahkan dari Kabupaten Temanggung.

“Nyuci di sini gratis mau berapa jumlahnya (sajadah), hanya bayar tiket masuk saja Rp3.000,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved