URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penerapan sistem one way di jalan tol hingga KM 460 Tingkir Salatiga menyebabkan kemacetan parah dan menuai keluhan dari warga setempat. Kebijakan ini diterapkan oleh Dirlantas Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Jasa Marga untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pemudik di ruas tol utama. Kemacetan terjadi di jalan penghubung Salatiga-Karanggede dan jalan utama Semarang-Solo, terutama di sekitar exit Tol Tingkir hingga perempatan Karangbalong.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Salatiga Maklum, Kemacetan akibat Penerapan “One Way” di Jalan Penghubung

Warga Salatiga Maklum, Kemacetan akibat Penerapan “One Way” di Jalan Penghubung

Warga Salatiga Maklum, Kemacetan akibat Penerapan “One Way” di Jalan Penghubung

Penerapan sistem one way di jalan tol hingga KM 460 Tingkir Salatiga menyebabkan kemacetan parah dan menuai keluhan dari warga setempat. Kebijakan ini diterapkan oleh Dirlantas Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Jasa Marga untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pemudik di ruas tol utama. Kemacetan terjadi di jalan penghubung Salatiga-Karanggede dan jalan utama Semarang-Solo, terutama di sekitar exit Tol Tingkir hingga perempatan Karangbalong.
Foto dok IST
Suasana simpang exit tol Tingkir Salatiga karena sistem one way dalam arus mudik
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Munculnya sistem one way di jalan tol hingga KM460 Tingkir Salatiga menuai keluhan warga setempat. Pantauan Rasika FM, akibat kebijakan ini menyebabkan jalan penghubung Salatiga-Karanggede (Kabupaten Boyolali) dan jalan utama Semarang-Solo mengalami kemacetan parah.

Kemacetan terjadi di jalan penghubung Salatiga-Karanggede, mulai dari Terminal Tingkir hingga simpang exit tol, di mana sistem one way diterapkan.Jalan yang sempit tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas sehingga terjadi penumpukan kendaraan. kemacetan panjang juga terlihat sekitar pukul 17.00 WIB. Kendaraan terhenti di depan Mapolsek Tingkir karena tidak dapat belok ke kiri menuju gerbang tol. Hal serupa terjadi di perempatan Karangbalong, di mana kendaraan hanya bisa berhenti dan beberapa pengendara sepeda motor terlihat mematikan mesin serta memasang standar samping.

“Ya memang sekarang baru musim mudik, banyak kendaraan luar kota yang melintas, tapi juga harus dipertimbangkan kendaraan dan kebutuhan warga lokal,” ungkap Susanto, warga Suruh Kabupaten Semarang yang bekerja di Salatiga.

Meski mengeluhkan kebijakan one way di jalan arteri, Santo mengaku memahami keputusan petugas. “Namanya juga musim Lebaran, banyak pemudik dan kendaraan ya pasti macet. Ini juga setahun sekali, akhirnya ya maklum dan nikmati saja, petugas juga pasti capek,” paparnya.

Kapolres Salatiga AKBP Veronica menyatakan bahwa terdapat peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Salatiga pada Jumat (28/3/2025) sore. “Di exit Tol Tingkir kita telah melakukan sistem one way nasional dari gerbang tol Kalikangkung sampai gerbang tol Salatiga. Peningkatan kendaraan yang masuk wilayah Salatiga sekitar lebih dari 4.000 kendaraan pada waktu ini,” ujarnya.

Diperkirakan, kendaraan yang masuki Salatiga akan mencapai puncaknya pada Jumat (28/3/2025) hingga Minggu (30/3/2025). Ia juga mengimbau kepada para pemudik untuk selalu berhati-hati dalam berkendara dan segera beristirahat di tempat yang telah disediakan jika merasa lelah.

Diketahui Dirlantas Polda Jawa Tengah memperpanjang skema one way lokal di ruas Jalan Tol hingga KM 456 Salatiga untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pemudik.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan peningkatan volume kendaraan di jalur tol utama dan kondisi lalu lintas di kawasan Cikampek hingga Kalikangkung.

“Kami melaksanakan one way lokal dari Kalikangkung hingga KM 456 Salatiga bekerja sama dengan Jasa Marga. Pertimbangan utama adalah dinamika lalu lintas yang menunjukkan peningkatan signifikan,” ujarnya di GT Kalikangkung, Jumat (28/3/2025).

Keputusan perpanjangan one way hingga Salatiga juga dipengaruhi kepadatan di Simpang Bawen yang sempat mengalami lonjakan arus saat salat Jumat.

“Di rest area KM 456 terjadi kepadatan cukup tinggi, ditambah bangkitan arus dari barat yang signifikan, sehingga kami terpaksa memperpanjang one way,” ungkapnya.

Polda Jateng terus berkoordinasi dengan Jasa Marga dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Para pemudik juga diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga