URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pertanian Kota Semarang kini sudah menemukan beberapa hewan ternak yang mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinas Pertanian Semarang Temukan Hewan Ternak Bergejala PMK

Dinas Pertanian Semarang Temukan Hewan Ternak Bergejala PMK

Dinas Pertanian Semarang Temukan Hewan Ternak Bergejala PMK

featured-img

SEMARANG – Dinas Pertanian Kota Semarang kini sudah menemukan beberapa hewan ternak yang mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur saat memantau secara langsung Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Penggaron Kota Semarang, Kamis (12/5/2022).

Dia mengatakan, ada beberapa hewan yang sudah mengalami gejala PMK berada di beberapa titik wilayah Semarang. Hernowo menyebut, penemuan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pengamatan hingga berhasil terdeteksi ada beberapa hewan yang sudah gejala PMK di kota Semarang

Untuk saat ini, ia menyampaikan hewan yang mengalami gejala PMK salah satunya di Mangunsari, Kecamatan Gunungpati. Kemudian satu kambing dari jumlah 6 kambing di kecamatan Mijen Semarang

“Ada 3 sapi dan satu kambing yang bergejala di kota Semarang,” ucapnya

Dirinya mengungkap dari jumlah hewan yang bergejala tersebut akan ditindaklanjuti segera melalui laboratorium untuk segera di cek. Selain itu, dirinya menjelaskan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut agar tidak menyebar di kota Semarang dengan cara mendatangi RPH memastikan hewan ternak daging yang dipotong dalam kondisi sehat.

“Karena kita sudah tahu sapi sapi dari RPH ini didatangkan dari beberapa wilayah seperti Pati, Rembang, dan Jepara, dan itukan berdekatan dengan Jawa timur,” paparnya.

Ia mengatakan, misalnya ada hewan yang memang terindikasi virus PMK, maka akan dilakukan pemisahan terlebih dahulu. Jika memang bisa disembuhkan maka tetap dilakukan perawatan. Namun jika memang tidak bisa dilakukan penyembuhan makan dilakukan pemotongan pada hewan tersebut.

“Tapi kan dengan cara cara tertentu,” ujarnya.

Kemudian dari pihak RPH juga sudah menyiapkan tempat karantina dan juga akan dilakukan biosecurity secara ketat ketika ada sapi masuk ke wilayah Semarang.

“Saat ini wilayah Jawa timur yang perlu diwaspadai, namun kita tidak tahu wilayah mana perdagangan daging itu tersalurkan,” bebernya.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah