URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga cabai di Pasar Blauran Salatiga melonjak tajam awal Desember. Pedagang dan pembeli di Kota Salatiga merasakan dampak kenaikan hingga Rp15 ribu per kilogram, terjadi akibat cuaca buruk dan hujan deras yang menyebabkan petani gagal panen sehingga pasokan cabai ke pasar menurun drastis.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Akhir Tahun, Cabai di Salatiga Melonjak Tajam, Pedagang hingga Pembeli Dilematis

Jelang Akhir Tahun, Cabai di Salatiga Melonjak Tajam, Pedagang hingga Pembeli Dilematis

Jelang Akhir Tahun, Cabai di Salatiga Melonjak Tajam, Pedagang hingga Pembeli Dilematis

Pedagang Cabai di pasar Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Harga cabai di Pasar Blauran, Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai awal bulan Desember ini meroket tajam. Cuaca buruk disertai hujan deras menyebabkan banyak petani gagal panen sehingga pasokan cabai ke pasar turun drastis.

Di Pasar Blauran, kenaikan harga mencapai Rp15.000 per kilogram. Cabai rawit merah yang semula Rp25.000 kini melonjak menjadi Rp40.000 per kilogram. Harga cabai rawit hijau dan cabai keriting merah juga ikut naik dari Rp25.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Pedagang cabai di Pasar Blauran, Jimin, mengaku paling merasakan dampak dari lonjakan harga tersebut. Keuntungannya semakin menipis karena pembeli kini mengurangi jumlah belanja.

“Permintaan sekarang menurun. Penjualan juga menurun. Biasanya pembeli belinya 2 kilogram sekarang cuma 1 kilogram malah kadang kurang dari 1 kilogram,” ujar Jimin.

Menurutnya pasokan dari petani berkurang tajam akibat tanaman membusuk karena hujan berkepanjangan. Kondisi ini membuat stok cabai semakin minim dan pedagang turut merasakan dampaknya.

“Keuntungan juga menurun. Cerita dari petani itu karena hujan terus, cabainya jadi busuk jadi gagal panen. Stok di sini juga berkurang kadang malah kosong,” tambahnya.

Tak hanya pedagang, pembeli yang mayoritas pelaku usaha kuliner juga dibuat pusing menghadapi lonjakan harga. Yosafat Sugeng, salah satu pembeli, mengaku terpaksa menurunkan jumlah belanja meski omzet usahanya ikut terdampak.

“Ya bagaimanapun harus beli (cabai) buat jualan. Harga sekarang tinggi. Ya paling kalau saya mengurangi pembelian itupun juga masih rugi sampai 40 persen,” katanya.

Ia berharap harga cabai segera kembali normal, apalagi dalam waktu dekat memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru, yang biasanya meningkatkan kebutuhan bahan baku termasuk cabai.

Jimin saat diwawancara Rasika

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved