KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Dinkes Kabupaten Semarang Belum Pastikan Varian Omicron

Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Dinkes Kabupaten Semarang Belum Pastikan Varian Omicron

Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Dinkes Kabupaten Semarang Belum Pastikan Varian Omicron

UNGARAN – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang mengalami penambahan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, hingga Rabu (26/1/2022) terjadi penambahan lima kasus baru sehingga total saat ini ada sembilan kasus aktif Covid-19. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah varian baru Omicron sudah masuk ke Kabupaten Semarang atau belum. Pasalnya, untuk memastikan hal ini membutuhkan uji khusus yang belum dapat dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Semarang.

“Saya belum berani mengatakan apakah Omicron sudah masuk Kabupaten Semarang atau belum. Kemungkinan ada, tetapi kita belum bisa mendeteksi,” kata Plt Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Nur Hidayat saat ditemui di kantornya, Kamis (27/1/2022).

Dijelaskan Syaiful, sembilan kasus aktif Covid-19 yang kini ditangani oleh Dinkes Kabupaten Semarang, ada yang ditemukan dari pengambiilan sampling dan ada yang diketahui saat akan pulang setelah berkunjung di Kabupaten Semarang.

“Rata-rata mereka yang positif adalah pendatang, bukan warga asli Kabupaten Semarang. Saat akan pulang mereka melakukan tes swab hasilnya diketahui positif,” jelasnya.

Menurut Syaiful, dari sembilan kasus aktif tersebut belum ditemukan tanda-tanda mengarah ke Omicron. Hanya saja untuk mengetahui secara pasti harus ada pemeriksaan khusus, yakni uji Whole Genome Sequencing (WGS) yang memakan waktu hingga dua pekan.

“Uji sampel WGS sudah kita kirimkan tetapi hasilnya memang belum keluar karena memang harus antri. Sehingga itu yang menjadi salah satu alasan kenapa varian Omicron dimungkinkan sudah masuk atau bisa juga belum,” ungkapnya.

Guna menyikapi agar tidak terjadi lonjakan kasus, Dinkes Kabupaten Semarang yang berusaha agar pasien yang positif ditangani dengan baik agar tidak terjadi keparahan.

“Kalau akhirnya yang bersangkutan mengalami gejala sakit dan harus masuk rumah sakit maka sudah kami siapkan sarana dan prasarana penanganan di rumah sakit, berupa kamar isolasi, seperti di Rumah Sakit Gunawan mangun Kusumo (RSGM), RS Ken Saras dan Rumah Sakit Gondo Suwarno Ungaran,” urainya.

Selain upaya tersebut, pihaknya juga terus melakukan tracing dan menggenjot percepatan vaksinasi terutama bagi lansia, anak usia 6-11 tahun dan juga kaum yang rentan terpapar Covid-19.

“Sehari seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang melakukan tracing sebanyak 40 orang. Kemudian terkait vaksinasi dosis pertama sudah merata dan kekebalan kelompok sudah terbentuk, tetapi yang tidak bisa dihindari adalah ternyata yang positif Covid-19 adalah pendatang dari luar Kabupaten Semarang,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 yang menghubungkan Bawen-Ambarawa telah mencapai 100 persen pekerjaan fisik dan rampung menjalani Uji Laik Fungsi dan Operasi. Ruas tol ini dipersiapkan untuk beroperasi pada akhir 2026 setelah rangkaian ULFO pada 28 Agustus–4 September 2026, sementara pengadaan tanah Seksi 5 Ambarawa-Temanggung masih sekitar 58 persen.
Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
[pekok2]