URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memasuki minggu pertama bulan Ramadan mengeluhkan kelangkaan gas LPG ukuran tiga kilogram, yang telah dirasakan sejak tiga minggu terakhir sebelum Ramadan hingga saat ini. Kelangkaan ini menyebabkan kesulitan dalam memasak hidangan berbuka dan sahur, sementara harga gas LPG mencapai Rp 25.000 per tabung, meningkat dari harga sebelumnya yang hanya Rp 20.000.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masuki Minggu Pertama Puasa, Keberadaan Gas 3 Kg Langka di Wilayah Kecamatan Suruh

Masuki Minggu Pertama Puasa, Keberadaan Gas 3 Kg Langka di Wilayah Kecamatan Suruh

Masuki Minggu Pertama Puasa, Keberadaan Gas 3 Kg Langka di Wilayah Kecamatan Suruh

Warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memasuki minggu pertama bulan Ramadan mengeluhkan kelangkaan gas LPG ukuran tiga kilogram, yang telah dirasakan sejak tiga minggu terakhir sebelum Ramadan hingga saat ini. Kelangkaan ini menyebabkan kesulitan dalam memasak hidangan berbuka dan sahur, sementara harga gas LPG mencapai Rp 25.000 per tabung, meningkat dari harga sebelumnya yang hanya Rp 20.000.
Foto Arief Rasika
Warga saat membeli gas LPG ukuran tiga kilogram di Desa Plumbon Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2024).
featured-img

RASIKAFM.COM | SURUH – Memasuki minggu pertama bulan Ramadan warga Kabupaten Semarang Jawa Tengah mengeluh akibat langkanya gas LPG ukuran tiga kilogram. Kelangkaan ini bahkan telah dirasakan sejak tiga minggu terakhir dari sebelum ramadhan hingga saat ini.

Warga Kabupaten Semarang saat ini kesulitan untuk memasak hidangan berbuka serta sahur akibat gas LPG subsidi ukuran tiga kilogram langka. Selain langka harga gas LPG ukuran tiga kilogram mencapai Rp 25.000 per tabung.

Ironisnya meski harga gas hingga Rp 25.000, namun warga masih kesulitan untuk membeli gas LPG karena stok di warung dan pangkalan habis. Bahkan mereka rela membeli gas LPG tiga kilogram ke daerah lain.

Akibat langkanya gas LPG saat ini bahkan ada warga dipinggiran yang menggunakan kayu bakar untuk memasak sehari-hari.

Di desa Plumbon kecamatan Suruh misalnya,
Erma salah seorang konsumen gas mengaku jika saat ini dirinya kesulitan untuk membeli gas LPG tiga kilogram karena tidak ada stok.

Menurutnya langkanya gas LPG ukuran tiga kilogram sejak tiga minggu lalu dari sebelum bulan Ramadan. Untuk mengatasinya, dirinya rela memasak memakai kayu bakar agar bisa memasak untuk keluarga.

“Kalau tidak ada begini ya akhirnya memakai kayu. Itu juga kalau kayunya tidak basah akibat musim hujan sekarang. Kalau kayunya basah ya bagaimana lagi,” jelas Erma kepada rasikafm.com (16.3.2024)

Sebelum adanya kelangkaan, harga gas ukuran tiga kilogram hanya Rp 20.000, namun saat ini mengalami kenaikan harga akibat langkanya gas LPG mencapai Rp 25.000 per tabung.

Sementara Pedagang, Robiatun mengaku sudah tiga minggu tidak ada gas LPG ukuran tiga kilogram. Dari distributor gas LPG telah mengurangi jumlah gas yang distorkan ke para pedagang.

“Saya mengubungi agen maupun pangkalan juga tidak ada. Kalaupun di stori sekarang dikurangi jumlahnya, yang biasanya 35 tabung sekarang hanya lima sampai sepuluh tabung itupun kalau stok dari agennya ada,” kata Robiatun.

Pembeli dan pedagang berharap agar gas LPG ukuran tiga kilogram menjadi normal kembali tidak ada kenaikan.

Erma saat diwawanacarai Rasika FM

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara