KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pasar Garmen Lesu Ancam Keberlangsungan Karyawan Perusahaan Tekstil

Pasar Garmen Lesu Ancam Keberlangsungan Karyawan Perusahaan Tekstil

Pasar Garmen Lesu Ancam Keberlangsungan Karyawan Perusahaan Tekstil

UNGARAN– Ramainya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya akibat permintaan pasar global yang menurun, mengancam keberlangsungan karyawan perusahaan tekstil. Meski demikian, di Kabupaten Semarang diketahui belum ada buruh atau pekerja yang terkena PHK ataupun efisiensi karyawan.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Kabupaten Semarang, Sumanta saat dikonfirmasi belum lama ini.

“Memang ada perlambatan produksi di sejumlah perusahaan tekstil, garmen dan sepatu yang dinilai mengancam keberlangsungan karyawan,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu seiring dengan menurunnya permintaan yang sebagian besar produksi tekstil di Kabupaten Semarang menyasar ekspornya ke Eropa dan Amerika.

“Soal isu resesi 2023 juga sebetulnya sudah mulai terasa di teman-teman meskipun belum terjadi PHK dan efisiensi (karyawan). Belum tahu akhir tahun ini nanti seperti apa,” ungkapnya.

Selain informasi PHK, ia juga menyampaikan belum terdapat adanya pengurangan gaji, maupun karyawan yang dirumahkan. Gaji masih dibayarkan oleh pihak perusahaan tepat waktu.

“Kalau terlambat satu atau dua hari masih wajarlah,” katanya.

Ia menambahkan, jika ada karyawan yang terkena PHK maka pihaknya
akan mengupayakan terkait pesangon para pekerja sesuai kesepakatan dengan perusahaan, bilamana didapati karyawan terkena PHK.

“Kalau dirumahkan biasanya ada kesepakatan, 50 atau 75 persen gaji, lalu juga ada batas waktunya juga,” tandasnya. (win)

 

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama