URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pasca Kejadian kesurupan massal yang menimpa 20 siswa SMPN 9 Salatiga pada Senin (14/11/2022). Lalu Agar kejadian serupa tidak terulang, pihak sekolah menggelar doa bersama yang diikuti oleh guru dan warga sekitar SMPN 9 Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pasca Puluhan Siswa SMP 9 Kesurupan, Pihak Sekolah dan Warga Sekitar Gelar Doa Bersama

Pasca Puluhan Siswa SMP 9 Kesurupan, Pihak Sekolah dan Warga Sekitar Gelar Doa Bersama

Pasca Puluhan Siswa SMP 9 Kesurupan, Pihak Sekolah dan Warga Sekitar Gelar Doa Bersama

featured-img

Pasca Kejadian kesurupan massal yang menimpa 20 siswa SMPN 9 Salatiga pada Senin (14/11/2022). Lalu Agar kejadian serupa tidak terulang, pihak sekolah menggelar doa bersama yang diikuti oleh guru dan warga sekitar SMPN 9 Salatiga.

Kepada Rasika FM, Waka Kesiswaan SMPN 9 Salatiga Sudarmono mengaku doa bersama ini dalam rangka untuk memohon keselamatan siswa dan para guru.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Doa bersama dalam rangka untuk memohon keselamatan, keamanan, kemudian ketenangan, ketentraman anak-anak kami, berikut bapak ibu guru semuanya, agar mendapat kekuatan dan keselamatan dalam mengajar di SMPN 9,” ungkap Sudarmono Selasa (15/11/2022).

Diakuinya kejadian kesurupan pernah terjadi sebelumnya, namun sudah sangat lama. Tidak sebanyak yang terjadi pada hari Senin lalu.

“Pernah terjadi sebelumnya sudah beberapa tahun yang lalu. Tapi tidak sebanyak ini, kemarin kurang lebih 20 yang menjadi korban,” jelasnya.

Sudarmono menyebut agar siswa mendapatkan ketenangan dan kondusif pasca kesurupan massal, pihak sekolah memberikan penugasan untuk belajar di rumah.

“Rencana hanya hari ini (belajar dari rumah). Besok anak sudah kembali untuk berangkat belajar secara normal,” terangnya.

Ia membeberkan agar kejadian tidak berulang, pihak sekolah akan melakukan sosialisasi kepada siswa. Diantaranya anak agar senantiasa berucap dengan sopan dan santun.
“Kita upayakan agar anak nanti terkondisi seperti itu. Jadi sikap dan tutur kata harus dijaga. Nanti kita galakkan melalui bapak ibu guru,” ungkapnya.

Selain itu, juga akan memaksimalkan untuk menjaga lingkungan. Secara lahir dan batin. Disisi lain juga akan semakin meningkatkan kegiatan keagamaan.

Pengamatan rasikafm.com di lokasi, doa bersama dibagi menjadi dua sesi. Pertama pagi hari guru-guru yang beragama Kristen menggelar doa bersama. Kemudian sekitar jam 09.00 dilanjutkan guru-guru yang beragama Islam. Dipimpin oleh salah seorang guru SMPN 9 H Sukimin, doa bersama dan ruqyah berjalan dengan khidmat.

– Suasana doa bersama
– Waka kesiswaan Sudarmono saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan