URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dapat Anugrah KPAI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dapat Anugrah KPAI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dapat Anugrah KPAI

featured-img
Foto: DOK Pemprov Jawa Tengah

RASIKAFM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mendapatkan Anugrah Penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Penghargaan tersebut didapatkan pada kategori, Pemerintah daerah provinsi yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis aplikasi siMep (Sistem Informasi Monitoring Evaluasi Pelaporan) Perlindungan Anak.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan dalam menyukseskan perlindungan anak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memiliki program “Jo Kawin Bocah” untuk melindungi anak-anak agar terhindar dari nikah muda dan juga mendapatkan hak kemapanan.

Ia juga berterimakasih kepada masyarakat yang juga berkontribusi secara langsung dalam menyukseskan program ini.

“Kita berterimakasih kepada masyarakat yang antusias kepada perlindungan anak, bagaimanapun juga masalah-masalah anak saat ini tinggi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwsannya perlindungan anak adalah hal yang penting. Untuk itu, dirinya mengakui kehadiran aplikasi siMep Perlindungan anak, perlu dioptimalkan.

“Sistem informasi ini kalau kita benar-benar mau menjalankan, kita bisa mendapatkan data akurat. Dimana ada yang terkena kekerasan terhadap anak, kita bisa langsung melakukan penanganan,” jelasnya.

Dapatnya penghargaan tersebut, tidak terlepas dari peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk itu, Taj Yasin juga mengapresiasi kinerja Dinas Perempuan dan Pemberdayaan Anak.

“Terimakasih Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang sudah menginisiasi dan mempresentasikan sehingga pemerintah Jawa tengah mendapatkan penghargaan dari KPAI,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara