KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penemuan Jasad Tanpa Identitas di Bawah Jembatan Tol Semarang Bawen, Diduga Korban Pembunuhan Yang Dibuang

Penemuan Jasad Tanpa Identitas di Bawah Jembatan Tol Semarang Bawen, Diduga Korban Pembunuhan Yang Dibuang

Penemuan Jasad Tanpa Identitas di Bawah Jembatan Tol Semarang Bawen, Diduga Korban Pembunuhan Yang Dibuang

SEMARANG – Jasad tanpa identitas ditemukan di area perkebunan bawah jembatan Tol Semarang – Bawen, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik pada Minggu (13/3/2022) pagi.

Lokasi penemuan ini berada di semak-semak lereng bawah Jembatan Tol Semarang-Bawen KM 425 posisi tergeletak persis dibawah sebuah pohon yang juga dekat tiang pancang konstruksi Jalan Tol. Jasad itu terbungkus sarung motif kotak-kotak dengan leher dan kaki terikat sarung.

Diduga jasad berjenis kelamin perempuan itu adalah korban pembunuhan yang dibuang di lokasi tersebut. Saat ini Tim Inafis Polrestebes Semarang tengah melakukan pemeriksaan terkait penyebab meninggalnya korban di RSUP Kariadi.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Benny Hartawan membenarkan adanya kejadian penemuan jenazah tersebut. Pihaknya juga tidak mengela bahwa temuan jasad itu adalah korban dugaan pembunuhan.

“Kondisinya sudah membusuk, kondisi tulang rahang sudah keluar semua. Belum diketahui adanya luka. Tapi kalau melihat posisinya seperti itu, indikasi, mengarah kejadian pembunuhan,” paparnya.

Pihaknya juga masih belum belum mengetahui identitas korban. Sekarang jasad korban masih dilakukan outopsi untuk mengungkap kematian korban. Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Saksi yang kita mintai keterangan sudah ada, tapi tidak melihat adanya orang mencurigakan disekitaran lokasi. Saksi hanya menemukan kejadian ini saja,” bebernya.

Kompol Benny mengakui bahwa kepolisian juga tidak menemukan adanya CCTV di wilayah jembatan. Namun demikian, pihaknya akan mengurutkan kembali kejadian atau aktivitas lokasi yang terdapat CCTV guna menemukan petunjuk terkait penemuan mayat itu.

“Ya nanti kami akan urutkan lagi di lokasi yang ada CCTV. Ini masih dilakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, kali pertama jasad tersebut diketahui oleh Sriyanto warga Pudak Payung yang sedang mencari rumput tidak jauh dari lokasi temuan. Penemuan ini berawal ketika ia sedang mencari rumput di sekitaran lokasi dan tiba-tiba mencium bau busuk yang sangat menyengat.

“Awalnya tercium bau menyengat, membusuk. Akhirnya melihat ada sesuatu terbungkus kain sarung,” paparnya.

Ia sudah menduga bahwa bau menyengat tersebut adalah bau bangkai manusia. Terlebih, dugaan kuat ini lantaran dilihat dari segi bungkusan kain sangat mencurigakan.

Meski demikian, Sriyanto masih merasa penasaran akan tetapi ia tidak berani memeriksa bungkusan yang menjadi sumber bau busuk itu. Akhirnya, Sriyanto memilih meninggalkan lokasi tersebut untuk menyampaikan kepada tetangganya agar diperiksa bersama-sama.

“Kemudian saya ajak orang dan pas kesana kelihatan kakinya. Saya sama warga ya masih tidak berani buka sarungnya, hanya intip-intip saja, dari sekitaran” terangnya.

“Jasad, posisinya meringkuk tertutup kain, dibawah pohon, sudah membusuk banyak belatung. Dilehernya ada jeratan,” timpal Dodok, warga sekitar.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]